11 Bayi di Rumah Bidan di Sleman Diduga Hasil Hubungan Luar Nikah

1 hour ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengungkap sebelas bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah bidan di Kelurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman, mayoritas merupakan anak dari hubungan di luar nikah.

"Ya, untuk bayi ini mayoritas memang, terus terang, di luar pernikahan," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Senin (11/6).

Ia menjelaskan, polisi melakukan penyelidikan setelah menerima informasi adanya 11 bayi yang dirawat di sebuah rumah. Hasil pendalaman sementara diketahui para bayi tersebut dilahirkan dengan bantuan bidan berinisial ORP di wilayah Bayuraden, Gamping.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bayi itu dilahirkan di bidan di (Bayuraden gamping) itu. Bidan, salah satu bidan di sana," kata Wiwit.

Awalnya hanya ada satu ibu yang menitipkan bayinya karena alasan tertentu. Namun kemudian berkembang hingga total ada 11 bayi yang dititipkan.

"Si ibunya, yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk mungkin karena kemanusiaan, dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu, bisa diterima oleh bidan itu," jelasnya.

Adapun rentang usia bayi yang dievakuasi mulai 1 bulan hingga 10 bulan. Tiga bayi yang sempat dirawat di rumah sakit mengalami penyakit jantung bawaan, hernia, dan kuning. Dua di antaranya kini disebut sudah membaik.

Wiwit mengatakan saat ini sebanyak 11 orang sudah diperiksa termasuk sang bidan.

Selain bidan, ada wanita berinisial K dan pria berinisial S, yang merupakan orang tua bidan tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya ikut membantu mengasuh bayi bersama seorang pembantu.

"Saksinya sudah ada yang kami klarifikasi terhadap satu bidan, inisialnya, ORP. Terhadap pengasuhnya, yaitu Ibu K. Dibantu suaminya, Bapak S, dan satu pembantunya," kata Wiwit.

Selain itu, polisi telah meminta keterangan dari enam orang ibu bayi yang menitipkan anak ke bidan tersebut. Wiwit menyebut orang tua bayi itulah yang berinisiatif menitipkan anak.

"Orang tuanya karena memiliki kesibukan ataupun memiliki status yang mungkin masih belum menikah, makanya sementara dititipkan. Tapi mereka rata-rata beralasan karena kesibukan dan akan mengambil kembali," katanya.

Wiwit mengatakan petugas masih terus mendalami peristiwa ini. Apakah ada indikasi penelantaran, perdagangan anak, atau tindak pidana lain. Oleh karena itu, polisi belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini.

Baca selengkapnya di sini.

(isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |