5 Penyebab Ilmiah di Balik 'Muka Boros' yang Bikin Terlihat Lebih Tua

5 hours ago 3

CNN Indonesia

Senin, 01 Jun 2026 18:20 WIB

teenager forehead cleaning skin with removal makeup disc. Ilustrasi. Ada beberapa alasan ilmiah yang bikin muka terlihat lebih tua. (iStockphoto/stock_colors)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah mendengar istilah 'muka boros'? Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang wajahnya terlihat lebih tua dibanding usia sebenarnya.

Dalam dunia dermatologi, kondisi tersebut dikenal sebagai premature aging atau penuaan dini pada kulit wajah.

Penuaan memang merupakan proses alami. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup dan faktor lingkungan dapat membuat tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat dari usia biologis seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa penyebab wajah terlihat lebih tua yang dirangkum dari berbagai penelitian:

1. Paparan sinar matahari jadi penyebab terbesar

Paparan sinar ultraviolet (UV) disebut sebagai salah satu faktor eksternal terbesar penyebab penuaan kulit. Studi Decoding Skin Aging: A Review of Mechanisms, Markers and Therapies menjelaskan bahwa sinar UV dapat memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS), merusak DNA kulit, hingga mempercepat kerusakan kolagen dan elastin.

Akibatnya, kulit lebih cepat mengalami keriput, muncul flek hitam, tekstur kulit menjadi kasar, dan elastisitas menurun sehingga wajah tampak lebih tua.

2. Stres kronis bikin wajah tampak lelah

Bukan hanya kesehatan mental yang terdampak, stres kronis juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Studi Effects of Psychological Stress on Skin Aging menyebut stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol, memicu oxidative stress, hingga mengganggu skin barrier.

Kondisi ini membuat produksi kolagen menurun dan kulit lebih mudah kehilangan kelembapan. Dampaknya, wajah terlihat lebih kusam, kering, dan garis-garis halus muncul lebih cepat.

3. Kurang tidur membuat wajah tampak lebih tua

Istilah beauty sleep ternyata bukan sekadar mitos. Kurang tidur secara terus-menerus berkaitan dengan gangguan regenerasi kulit, dehidrasi, dan peningkatan oxidative stress.

Saat tidur, tubuh membantu proses perbaikan sel kulit, menjaga hidrasi, dan mengatur regenerasi epidermis. Ketika kualitas tidur buruk, wajah biasanya lebih mudah terlihat kusam, mata cekung, dan tampak lelah.

4. Rokok mempercepat kerusakan kulit

Merokok juga menjadi salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan penuaan dini. Studi Influences on Skin and Intrinsic Aging menjelaskan bahwa rokok dapat mempercepat kerusakan kolagen melalui oxidative stress dan gangguan sirkulasi darah pada kulit.

Kulit perokok cenderung lebih kusam, memiliki keriput lebih dalam, dan kehilangan elastisitas lebih cepat.

5. Konsumsi gula berlebihan mempercepat penuaan kulit

Tak hanya faktor luar, pola makan juga memengaruhi kondisi kulit. Konsumsi gula berlebihan dapat memicu proses glycation, yaitu kondisi ketika molekul gula merusak kolagen dan elastin pada kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih cepat kendur dan garis halus muncul lebih dini.

Berdasarkan berbagai penelitian tersebut, beberapa kebiasaan yang konsisten dikaitkan dengan perlambatan penuaan kulit antara lain memakai sunscreen secara rutin, tidur cukup, mengelola stres, berhenti merokok, menjaga hidrasi tubuh, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan tinggi antioksidan.

Wajah yang tampak lebih muda bukan hanya soal penggunaan skincare mahal, tetapi juga hasil dari kebiasaan sehari-hari yang dijaga dalam jangka panjang.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |