Amran Pastikan Diskon Pupuk 20% Meski Stok Terancam Penutupan Hormuz

7 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tetap berlanjut meskipun konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan bahan baku pupuk global akibat penutupan Selat Hormuz.

Amran mengatakan kebijakan tersebut tidak berubah meski jalur perdagangan global terganggu. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani di dalam negeri.

"Berlanjut, berlanjut (subsidi pupuk 20 persen). Pupuk tetap berlanjut. Itulah hebatnya presiden kita. Harga pupuk kan turun 20 persen, ini bisa memacu dan memotivasi petani untuk tanam," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan potensi dampak dari konflik geopolitik di Timur Tengah terutama berkaitan dengan bahan baku pupuk. Namun pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan dari beberapa negara.

"Yang mungkin terdampak paling bahan baku pupuk. Tetapi alternatifnya kita ambil dari Rusia, Laos, Australia. Kami sudah perhitungkan semua," ujarnya.

Menurut Amran, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga produksi pangan tetap stabil. Selain pupuk, pemerintah juga memperkuat berbagai sarana produksi pertanian mulai dari benih, irigasi, hingga alat mesin pertanian.

"Sekarang irigasi disiapkan, lahan rawa disiapkan, bibit unggul disiapkan, alat mesin pertanian disiapkan, pompanisasi disiapkan. Semua kita sudah siapkan lebih awal," katanya.

Ia menambahkan kesiapan tersebut membuat sektor pertanian dinilai lebih siap menghadapi berbagai risiko, baik dari faktor geopolitik maupun kondisi cuaca seperti kekeringan.

Sebelumnya pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen melalui kebijakan yang mulai berlaku pada 2025. Penurunan ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah program pupuk bersubsidi di Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram (kg). Sementara pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Selain itu, pupuk NPK kakao turun dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, pupuk ZA khusus tebu turun dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, serta pupuk organik turun dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Kebijakan ini disebut akan menjangkau lebih dari 155 juta penerima manfaat, termasuk petani dan keluarganya di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, konflik geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap perdagangan global, termasuk komoditas pupuk.

Selat Hormuz yang berada di selatan Iran dan menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab selama ini menjadi salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Setiap tahun lebih dari 30 ribu kapal melintas di jalur sempit tersebut dengan membawa sekitar 11 persen perdagangan laut global.

Peran jalur ini kembali menjadi sorotan setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup akses pelayaran di Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Selain minyak dan gas, Selat Hormuz juga menjadi jalur penting distribusi pupuk global, khususnya pupuk nitrogen seperti urea. Lebih dari 30 persen ekspor urea dunia berasal dari negara-negara kawasan Teluk dan dikirim melalui jalur tersebut.

Gangguan distribusi melalui Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya produksi pertanian secara global, karena pupuk merupakan salah satu komponen utama biaya produksi bagi petani.

[Gambas:Video CNN]

(del/inn)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |