Amran Tinjau Gudang Bulog Sulsel, Pastikan Stok Beras Melimpah

6 hours ago 1

Makassar, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi melimpah saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

"Dulu gudang di Sulawesi Selatan penuh maksimal 300 ribu ton. Hari ini 761 ribu ton. Tapi seluruh Indonesia sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini berdiri," kata Amran saat ditemui di lokasi, Minggu (5/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan lonjakan stok tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat, seiring peningkatan produksi dalam negeri. Bahkan, kapasitas gudang yang tersedia saat ini sudah tidak mencukupi, sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang.

"Gudang kita sudah penuh, kapasitas hanya 3 juta ton. Jadi sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Kemungkinan 10-20 hari sudah 5 juta ton, bahkan dua bulan ke depan bisa 6 juta ton (stok beras pemerintah)," ujarnya.

Amran menegaskan kondisi ini berbeda jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, stok beras biasanya hanya sekitar 1,5 juta ton.

"Sekarang tiga kali lipat. Pernah enggak dengar Indonesia punya stok 5 juta ton? Jadi enggak usah khawatir, pangan aman," kata Amran.

Ia juga menyoroti tingginya volume distribusi beras yang kini bahkan menggunakan truk besar (tronton) sebagai indikasi stok yang melimpah.

"Ini sudah pakai tronton untuk kirim. Biasanya pakai truk biasa. Ini menunjukkan beras kita melimpah," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan kecil ukuran 2 kilogram (kg) untuk menjangkau kebutuhan masyarakat.

"Sedang di-desain. Akan cepat, yang jelas beras banyak. Kalau ukurannya tinggal diatur," kata Amran.

Ia memastikan beras SPHP kemasan 2 kg akan segera diluncurkan begitu proses administrasi selesai.

"Segera. Begitu selesai langsung. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan. Apa saja untuk rakyat," ujarnya.

Menurut Amran, kebijakan ini merupakan respons atas kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja harian yang membutuhkan akses beras dalam jumlah lebih kecil.

Harga beras SPHP kemasan 2 kg tersebut dipastikan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku, yakni Rp12.500 per kg untuk Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi), Rp13.100 per kg untuk Zona 2 (Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, dan Kalimantan), serta Rp13.500 per kg untuk Zona 3 (Maluku dan Papua).

(del/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |