Anak Tantrum di Pesawat Kelas Ekonomi, Orang Tua Cuek di First Class

9 hours ago 9

CNN Indonesia

Selasa, 14 Apr 2026 19:30 WIB

Maskapai dikritik lantaran membiarkan perilaku semena-mena orang tua yang membiarkan anaknya tantrum di kabin ekonomi hingga mengganggu penumpang. Ilustrasi suasana kabin pesawat. (istockphoto/AlxeyPnferov)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah maskapai penerbangan dikritik lantaran membiarkan perilaku semena-mena orang tua yang membiarkan anaknya tantrum hingga mengganggu seluruh penumpang.

Baru-baru ini viral di Reddit kejadian menjengkelkan yang dikeluhkan oleh penumpang penerbangan United Airlines. Penerbangan itu kacau dan berubah seperti wahana bermain sejak ada tiga anak yang tantrum di dalam pesawat, sementara orang tua mereka cuek duduk di kursi kelas satu atau first class.

Melansir Fox News penerbangan tersebut terbang dari Houston, Texas, menuju Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat. Penumpang mengeluh melihat tingkah anak-anak itu yang dibiarkan tanpa pengawasan orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga anak-anak kecil yang dimaksud terdiri dari dua anak laki-laki dan satu anak perempuan, diperkirakan berusia 7, 9, dan 10 tahun.

Mereka duduk di baris 8 kelas ekonomi, sedangkan orang tuanya dikabarkan naik tingkat ke kursi kelas satu dan meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Tak ayal, penumpang di kelas ekonomi harus menyaksikan anak-anak mereka yang berperilaku buruk.

Seorang penumpang memberi sindiran soal kelakuan orang tua yang duduk nyaman di kelas satu dan meninggalkan anak-anaknya di kelas ekonomi.

"United sekarang menawarkan penitipan anak gratis," tulis komentar seorang penumpang dengan bercanda.

Puncak kejengkelan penumpang mencuat di 30 menit terakhir sebelum pesawat mendarat. Tiga anak itu semakin tantrum dan berbuat gaduh. Mereka mulai memukul satu sama lain, saling berteriak, hingga tidak duduk dengan benar saat pesawat akan mendarat.

"Tiga puluh menit sebelum mendarat, anak laki-laki mulai memukul, meninju, mencekik satu sama lain. Berbicara sangat keras sampai hampir berteriak. Sedangkan gadis kecil itu tidak bisa duduk tenang dan sabuk pengamannya sangat longgar," terang postingan tersebut.

Sementara itu di kolom komentar ada pengguna yang menyindir keputusan orang tua anak-anak tersebut. Ia menyoroti ada dua jenis orang tua yang mengajak anak naik pesawat.

Pertama, mereka yang benar-benar menjadi orang tua dengan mendampingi anaknya. Kedua, mereka yang ingin mengambil kesempatan untuk mencari kenyamanan sendiri dengan tidak duduk di dekat anaknya.

"Jika harus duduk terpisah, satu orang tua harus tinggal bersama anak-anak, atau satu anaknya ditingkatkan ke kelas yang sama. Beberapa orang bisa sangat egois," semprot seorang pengguna.

Sementara pengguna yang lain merasa geregetan berpendapat bahwa seharusnya penumpang di pesawat memanggil pramugari untuk menegur perbuatan anak-anak itu, memanggil orang tua mereka, atau memasangkan headphone ke penumpang agar tidak kebisingan.

Pakar etiket asal Florida, Jacqueline Whitmore mengatakan bahwa seharusnya anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak boleh dibiarkan terbang tanpa pengawasan orang tua, pengasuh, atau wali.

Menurut Whitmore, seharusnya orang tua tetap berada di dekat anak, mengingat anak dengan usia di bawah 12 tahun sedang sangat aktif dan sulit diatur.

"Dalam kasus ini, seorang pramugari harus bertanya kepada anak-anak di mana orang tua mereka berada, dan orang tuanya harus diberi tahu. Itulah tujuan pramugari ada di sana, menjaga keamanan dan ketenangan di kabin," tambah Whitmore.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua anak-anak ngeyel ketika ditegur. Banyak dari mereka yang merasa tidak nyaman dan bosan selama penerbangan jadi bertingkah cranky atau tantrum.

Kejadian anak tantrum di pesawat seperti ini juga sering terjadi di banyak penerbangan dunia. Bahkan di Indonesia, beberapa waktu kemarin juga sempat viral anak selebriti media sosial yang mengganggu penerbangan dengan berteriak-teriak, meskipun sudah didampingi oleh ibunya.

Artinya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendampingi dan mengkondisikan anaknya selama penerbangan berlangsung. Meninggalkan anak sendirian dinilai sebagai keputusan yang egois dan mengganggu kenyamanan penumpang lain.

(ana/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |