Anindya Bakrie Ajak Industri Ekspansi Bisnis ke AS

5 hours ago 4

Rohman Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |10:36 WIB

Anindya Bakrie Ajak Industri Ekspansi Bisnis ke AS

Ketum Kadin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mendorong industri dalam negeri untuk lebih ekspansif dalam mengekspor produk unggulannya ke Amerika Serikat. Catatan Kadin, potensi nilai perdagangan Indonesia ke negeri Paman Sam tembus sedikitnya USD40 miliar.

Anin menekankan pelaku usaha mesti memanfaatkan momentum penyesuaian tarif dagang yang disepakati Indonesia-AS baru-baru ini. Terlebih komoditas yang bebas tarif atau 0 persen mengeskpor barang ke AS. 

Sejumlah industri dinilainya bakal mendapat keuntungan dari kesepakatan tarif dagang ini, mulai dari industri tekstil, alas kaki, furnitur, hingga elektronik. Sehingga, katanya, industri dalam negeri mesti memperluas kapasitas produksinya, bahkan bisa melakukan diversifikasi produk.

"Perlu dicatat bahwa Amerika itu adalah mitra berdagang Indonesia yang nomor dua terbesar. Bagaimana kita meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa menghasilkan ekspor dan devisa yang lebih. Jadi justru kita harus berpikir bukan hanya defensif dari sisi bertahan, tapi kalau sudah dibuka jalan (penyesuaian tarif), bagaimana bisa ofensif," tuturnya saat ditemui di kediamannya di Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Saat ditanya soal konsekuensi tarif 0 persen, Anin mengatakan pembelian sejumlah bahan baku sebagai penentuan kuota impor merupakan hal sah saja. Justru, katanya, itu tidak akan memberikan efek negatif bagi neraca perdagangan kedua belah negara.

"Saya rasa kita jalan terus, saya yakin perdagangan dengan Amerika hasilnya itu akan positif. Dan banyak barang-barang yang diimport dari Amerika seperti kedelai, kapas, maupun juga gandum. Itu hal-hal yang memang kita butuhkan. Yang penting adalah harganya itu terjangkau," kata Anin.

Anin juga merespons soal konsekuensi lain kesepakatan tarif dagang terkait harusnya ada persetujuan AS saat Indonesia menjalin kerja sama dagang dengan negara lain. Menurutnya, klausul itu bukan sebagai isu bagi pelaku usaha di Indonesia.

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |