Asuransi Cabut Jaminan Risiko Perang Bagi Kapal di Sekitar Iran

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan asuransi maritim membatalkan perlindungan risiko perang untuk kapal-kapal yang beroperasi di sekitar Iran di tengah memanasnya perang di Timur Tengah.

Sejumlah perusahaan asuransi, termasuk Gard, Skuld, NorthStandard, London P&I Club, dan American Club, menyatakan pembatalan perlindungan akan berlaku mulai 5 Maret, berdasarkan pemberitahuan tertanggal 1 Maret di situs resmi masing-masing.

Perlindungan risiko perang akan dikecualikan untuk perairan Iran, Teluk, serta perairan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skuld tengah menyiapkan opsi pembelian (buy-back) untuk memulihkan perlindungan tersebut. Sementara, perusahaan asuransi Jepang MS&AD Insurance Group telah menangguhkan penjaminan berbagai polis asuransi yang mencakup risiko perang di perairan sekitar Iran, Israel, dan negara-negara tetangga.

Reuters melaporkan balasan Iran terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel meningkatkan risiko bagi pelayaran komersial dalam 24 jam terakhir.

Di saat yang sama, tarif pengiriman minyak diperkirakan melonjak setelah meluasnya perang Iran. Imbas konflik ini, sedikitnya tiga kapal tanker rusak, satu pelaut tewas, dan 150 kapal tertahan di sekitar Selat Hormuz.

Data pelayaran pada Minggu (1/3) menunjukkan sedikitnya 150 kapal, termasuk tanker minyak dan gas alam cair (LNG), menjatuhkan jangkar di sekitar Selat Hormuz dan perairan sekitarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Biasanya, kapal-kapal yang mengangkut seperlima permintaan dunia melintasi selat tersebut. Minyak itu berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Iran, dan Kuwait. Tanker yang mengangkut solar, avtur, bensin, dan produk energi lainnya juga melalui jalur itu.

Karena itu, gangguan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 9 persen pada Senin (2/3).

Biaya pengiriman minyak dari Timur Tengah ke Asia yang telah menyentuh level tertinggi dalam enam tahun, diperkirakan terus meningkat. Konflik Iran yang meluas membuat pemilik kapal enggan mengirim armadanya ke kawasan tersebut, menurut sumber pasar dan analis.

Tarif pengiriman spot dari Timur Tengah ke Asia, yang dikenal sebagai TD3C, diperkirakan terus naik. Patokan tersebut hampir melonjak tiga kali lipat sejak awal 2026.

Broker menyebut tarif sewa kapal tanker sangat besar (very large crude carrier/VLCC) untuk rute utama Timur Tengah ke China pada awal perdagangan hari ini sekitar 4 persen dibanding Jumat, mendekati level Worldscale W225 atau setara sedikitnya US$12 juta.

Analis senior LSEG, Emril Jamil, mengatakan tarif TD3C telah meningkat tajam sebelum serangan terjadi dan akan tetap tinggi seiring negara-negara berlomba memenuhi kebutuhan energi mereka.

"Tarif TD3C meningkat secara eksponensial sebelum serangan dan akan tetap tinggi karena negara-negara berupaya mengamankan pasokan energi," ujarnya.

Kepada Reuters, seorang broker kapal yang enggan disebutkan namanya mengatakan masih ada ketidakpastian terkait level akhir tarif, tetapi seluruh rute pemuatan dari Timur Tengah diperkirakan tetap bertahan kuat.

Sumber dari perusahaan pelayaran menambahkan pasar akan membutuhkan lebih banyak kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Amerika Serikat dan Afrika Barat dalam perjalanan jarak jauh, yang berpotensi menopang tarif angkutan di rute tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |