Bahlil Hitung Ulang Anggaran Subsidi Energi Imbas Perang AS-Iran

4 hours ago 1

Bahlil Hitung Ulang Anggaran Subsidi Energi Imbas Perang AS-Iran

Bahlil Hitung Ulang Anggaran Subsidi Energi Imbas Perang AS-Iran (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghitung ulang porsi anggaran subsidi pasca eskalasi konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, situasi tersebut memberikan dampak pada tersendatnya pasokan minyak RI yang selama ini datangkan dari Timur Tengah, sehingga peralihan negara impor menjadi opsi untuk menjaga ketahanan energi nasional

"Sekalipun informasi disampaikan bahwa ketegangan ini akan selesai dalam waktu 5 hari, ada yang mengatakan 4 minggu. Tapi keyakinan kami setelah kami melakukan kajian, ini tidak akan bisa kita ramalkan kapan selesai. Sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita meramalkan kapan selesai," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menjelaskan, dampak dari eskalasi konflik tersebut mengerek harga minyak mentah dunia yang bahkan telah melampaui dari target APBN. Harga minyak mentah di pasar Asia sendiri melonjak di level USD80-81 per barel, per Senin (2/3/2026).

Sementara asumsi harga minyak dalam APBN, dikatakan Bahlil hanya sebesar USD70 dolar per barel. Selisih harga inilah yang membuat potensi membengkaknya anggaran subsidi energi buntut dari perang Iran melawan AS-Israel.

"Ini yang akan kita harus hati-hati, berdampak pada kenaikan subsidi yang akan ditangguh oleh negara. Tapi di sisi lain dengan kenaikan harga ICP itu juga negara mendapatkan pendapatan. Karena kan kita berkontribusikan kurang lebih sekitar 600 ribu barel sampai 600 ribu lebih barel per day," lanjut Bahlil.

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |