Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menggelar rapat dengan menteri terkait, diantaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas dampak pelemahan rupiah yang menembus Rp17.500 per dolar AS hari ini.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Laode Sulaeman saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (13/5).
"Kebetulan Pak Menteri sama jajaran menteri-menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu aja," ujar Laode ditemui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai imbas pelemahan rupiah ke harga bahan bakar minyak (BBM) ke depan, ia menyebutkan juga ikut dalam pembahasan. Namun, sampai saat ini belum ada wacana untuk menaikkan harga terutama BBM subsidi.
"Itu masih (dibahas), kan belum ada info-info lain lagi kan selain yang ada sekarang. Jadi kita lihat perkembangan berikutnya aja nanti," katanya.
Pemerintah sebelumnya berkali-kali menekankan harga BBM subsidi tak akan naik hingga akhir tahun meski minyak dunia tembus US$100 per barel. Kala itu rupiah memang masih di kisaran Rp17.100 an per dolar AS.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kala itu menyampaikan keputusan tidak menaikkan harga BBM subsidi merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ujar Bahlil usai menghadap Prabowo di Istana Negara pada Kamis (16/4).
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
15

















































