Bandara Injourney Siap Tampung Pesawat Terdampar Imbas Konflik Timteng

3 hours ago 2

Klaten, CNN Indonesia --

Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata (InJourney) menawarkan bandara di Indonesia yang dikelolanya dapat menampung pesawat yang 'terdampar' atau tak bisa melakukan penerbangan imbas konflik Timur Tengah (Timteng).

"Kami menawarkan bandara-bandara di Indonesia yang dikelola Injourney akan menjadi tempat untuk penyimpanan pesawat-pesawat yang stranded (terdampar), sebelum mereka kembali negaranya sendiri," ujar Corporate Secretary Group Head InJourney, Yudhistira Setiawan di Kompleks Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (13/3).

Yudhistira menuturkan gejolak wilayah yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu memaksa banyak maskapai berbasis di Timteng menangguhkan penerbangan pulangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klaim Yudhistira, sejumlah pesawat yang sempat terdampar di bandara internasional kelolaan perusahaan antara lain milik maskapai Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, hingga Saudi Arabian Airlines (Saudia).

"Itu rata-rata sudah stranded, di Bali (I Gusti Ngurah Rai), di Soekarno-Hatta juga ada, sejak perang meletus sampai hari ini masih ada," imbuh Yudhistira.

Injourney melihat ini sebagai sebuah peluang untuk ditawarkan kepada negara-negara Timteng. Terlebih, lanjut Yudhistira, secara infrastruktur dan kapasitas, bandara-bandara kelolaan Injourney ini mampu menampung pesawat-pesawat berbadan lebar.

Yudhistira bilang, usulan ini masih dikaji dan berdasarkan kajian itu pula, hanya beberapa bandara di Pulau Jawa saja yang diproyeksikan untuk menampung pesawat-pesawat tadi.

Antara lain, Soekarno-Hatta (Tangerang), Kertajati (Majalengka), Juanda (Surabaya), Bandara Internasional Yogyakarta alias YIA (Kulon Progo), plus I Gusti Ngurah Rai.

"Kita optimalkan untuk bisa menampung, menyimpan pesawat-pesawat dari Timur Tengah yang stranded, yang tidak bisa kembali ke sana atau pun tidak tahu bagaimana harus menyimpan pesawat selama periode perang berlangsung," ujarnya.

"Daripada mereka jauh-jauh mencari tempat yang nggak aman, udah bawa aja ke Indonesia, taruh di bandara-bandara Injourney," sambung Yudhistira.

Kajian oleh Injourney mencakup rencana usulan kepada pemangku kepentingan, soal bagaimana situasi di Timteng ini bisa menjadi peluang bagi bandara yang dikelolanya untuk meningkatkan pendapatan.

"Siapa tahu akan ada tambahan secara finansial, tetapi di atas itu semua yang dikendepankan adalah humanity-nya, karena kita membantu orang-orang terimbas perang. Yang kita kedepankan bukan financial aspect-nya, tapi humanity-nya, solidaritas terhadap sesama," paparnya.

Yudhistira menekankan masih perlu komunikasi internal lebih lanjut untuk mematangkan kajian serta pengusulannya kepada setiap pemangku kepentingan terkait.

"Harapannya sih semoga gayung bersambut," harap Yudhistira.

Selain inisiatif tersebut, Injourney selalu mengedepankan mengedepankan kepentingan domestik macam aktivasi objek-objek wisata, atraksi, peningkatan layanan di bidang hospitality serta customer experience demi tetap menjaga angka kedatangan wisatawan asal Timteng.

[Gambas:Video CNN]

(kum/sfr)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |