Bangladesh Andalkan AI Guna Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Ibu kota Bangladesh, Dhaka, meluncurkan sistem penegakan lalu lintas bertenaga AI (artificial intelligent) pertama. Penggunaan AI bertujuan menertibkan lalu lintas sekaligus mengatasi kemacetan.

Dhaka merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Di sana, bus, mobil, sepeda motor, becak, pejalan kaki seolah berebut ruang. Denda sering memicu perdebatan hingga tak jarang petugas ditabrak kendaraan yang menolak mematuhi perintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka yang melanggar aturan akan berbalik melawan kami. Namun sejak AI diperkenalkan, orang-orang di balik kemudi mulai mematuhi hukum dan kami terhindar dari pertengkaran sehari-hari," kata sersan lalu lintas SM Nazim Uddin, seperti dilaporkan AFP.

Awalnya, modernisasi manajemen lalu lintas diupayakan di Dhaka. Namun kontrol lalu lintas tetap bergantung pada sistem manual. Petugas harus membentangkan tali di jalan sebelum lampu lalu lintas berubah hijau.

Kemudian pada April, polisi Dhaka menghubungkan kamera lalu lintas dengan perangkat AI yang dirancang otomatis mendeteksi pelanggaran.

Sistem ini berjalan. AI mampu mendeteksi pelanggar lalu lintas termasuk Hannan Rahman Jibon (28). Jibon bercerita dirinya mendapat pesan teks yang menyebut kendaraannya telah melanggar lalu lintas. Ia pun dikenakan denda otomatis sebesar 2 ribu taka (hampir Rp300 ribu).

"Sekarang saya lebih berhati-hati, dengan kamera yang dipasang di banyak tempat berbeda," katanya.

Meski belum lama dipasang, juru bicara kepolisian kota, N.M. Nasiruddin berkata AI untuk lalu lintas telah membawa hasil.

Setidaknya, lanjut dia, polisi telah menuntut 300 kendaraan atas pelanggaran lalu lintas.

Saat ini, cakupan sistem AI belum mencakup seluruh kota. Namun secara bertahap, penegakan lalu lintas secara manual akan dihapus.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, para pejabat mengakui teknologi AI menemukan sejumlah kendala.

"Misalnya, beberapa plat nomor buram atau terlalu kecil untuk diidentifikasi," kata analis Sharmin Afroze yang bekerja di ruang kendali markas polisi.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |