Jakarta, CNN Indonesia --
Arus balik kendaraan dari Purwokerto, Jawa Tengah menuju Jakarta sempat terganggu imbas banjir yang merendam jalan nasional di Kabupaten Brebes, Rabu (25/3) malam.
"Arus balik dari arah Purwokerto, Jawa Tengah menuju ke Jakarta sempat tertahan pada Rabu (25/3) malam hingga Kamis (26/3) dini hari. Karena ruas jalur Nasional Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Ketanggungan, Brebes terendam air," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto saat dikonfirmasi, Kamis.
Disampaikan Artanto, banjir dipicu curah hujan yang deras sejak Rabu sore hingga malam hari. Selain itu, banjir juga disebabkan karena luapan dari Sungai Babakan di wilayah Kec Ketanggungan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artanto mengatakan imbas banjir tersebut, ruas jalan nasional yang menghubungkan antara Pejagan dengan Prupuk menuju Purwokerto sempat ditutup sementara.
"Polri (Polres Brebes) memberlakukan rekayasa lalulintas. Kendaraan yang berjalan dari arah selatan Purwokerto dialihkan menuju ke Tol Tegal," ucap dia.
"Kendaraan juga dialihkan via Songgom - Jatibarang - Brebes kota," sambungnya.
Kendati demikian, Artanto menyebut pada Kamis pagi sekitar pukul 05.00 banjir sudah mulai surut dan sudah bisa dilalui kendaraan kembali.
"(Saat ini ruas jalan) normal kembali," ujarnya.
Sebelumnya, Banjir melanda sejumlah desa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Rabu (25/3) sekitar pukul 22.00 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir terjadi di Desa Karangmalang, Desa Ketanggungan, Desa Cikeusal Lor, Desa Padasugihan, Desa Dukuhturi, dan Desa Buara.
"Sebanyak 568 rumah yang ditinggali oleh 568 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, dengan 34 jiwa mengungsi di Desa Karangmalang, masing-masing di rumah warga dan fasilitas kesehatan setempat," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (26/3).
Abdul menyebut banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air serta luapan Sungai Babakan yang berdampak ke permukiman dan akses jalan. Ketinggian muka air dilaporkan mencapai 20 hingga 100 cm.
"Akibatnya, jalan utama tergenang sehingga mobilitas masyarakat terganggu, serta infrastruktur jembatan mengalami penurunan yang menyebabkan akses jalan menuju Desa Buara terputus," ucap dia.
"Selain itu, tercatat kerugian berupa 13 ekor kambing hanyut terbawa arus banjir," sambungnya.
(dis/dal)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
6

















































