Bantah Gudang Kosong, Amran Sebut yang Teriak Kurang Beras Antek Asing

2 hours ago 7

Karawang, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membantah isu gudang beras kosong di tengah kondisi pasokan nasional.

Ia bahkan menyebut pihak yang menyuarakan kekurangan beras berpotensi mendorong kebijakan impor yang dinilai tidak berpihak pada petani dalam negeri.

"Nah, kalau ada yang mengatakan gudang itu tidak ada isinya atau kurang, artinya apa? Kalau kita percaya dia, keputusan kita apa? (Kalau) kurang. Berarti impor, kan? Kalau mau impor, berarti pro pada petani negara lain," ujar Amran di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan narasi kekurangan beras dinilai bisa menggiring opini publik agar pemerintah mengambil langkah impor. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut justru menguntungkan produsen beras dari luar negeri dan bukan petani domestik.

"Pro petani negara lain berarti antek asing. Jadi harus dikonstruksi. Apa maunya? Apakah tidak sayang petani kita lagi berbahagia sekarang?" kata dia.

Amran menegaskan kondisi stok beras nasional saat ini justru dalam posisi tinggi, yakni menyentuh 5 juta ton. Ia menyebut fenomena yang terjadi di lapangan bukan kekurangan pasokan, melainkan pasar yang cenderung jenuh.

[Gambas:Youtube]

"Kalau kita lihat, itu menandakan bahwa pasar jenuh. Bahwa horeca (hotel, restoran, catering) dan rumah tangga itu 12 juta-12,5 juta ton, itu tertinggi selama kita ada pengukuran," ujarnya.

Menurutnya, tingginya stok di tingkat rumah tangga dan sektor horeka membuat distribusi beras dari pemerintah tidak terserap optimal, meskipun harga telah ditekan.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika penyerapan bantuan pangan masih relatif lebih tinggi. Saat ini, keterisian stok di masyarakat membuat kebutuhan tambahan beras menurun.

"Rumah-rumah penuh dengan beras. Jadi itu menandakan seandainya ini terserap habis, berarti kosong di lapangan. Itu logikanya," kata Amran.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |