Bernyali Ladeni Serangan AS-Israel, Berapa Jumlah Penduduk Iran?

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Keberanian Iran melawan gempuran Amerika Serikat dan Israel membuat masyarakat dunia terperangah. Sebab AS dan Israel adalah negara dengan persenjataan tercanggih di dunia.

Menurut globalfirepower.com, AS berada di peringkat pertama sedangkan Israel di posisi 14 dari 145 negara di dunia. Sementara Iran berada di posisi ke-16.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi jumlah penduduk, AS mencapai 348 juta jiwa. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi pertumbuhan alami dan terutama migrasi internasional.

Angka ini menempatkan Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di dunia. Sementara Israel dengan jumlah penduduk 10,1 juta jiwa. Meski demikian, Israel mendapatkan dukungan penuh dari Amerika Serikat sejak lama.

Berapa Iran?

Berdasarkan data dari worldmeters, Populasi Republik Islam Iran saat ini adalah 92.983.975, berdasarkan elaborasi Worldometer dari data terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Populasi Iran setara dengan 1,12% dari total populasi dunia sehingga menempati peringkat ke-17 dalam daftar negara (dan dependensi) berdasarkan populasi. Kepadatan penduduk di Iran adalah 57 per Km² (148 jiwa per mil²).

Total luas daratan adalah 1.628.550 Kilometer persegi² (628.786 mil persegi) dengan 73,54% populasi tinggal di perkotaan (68.514.252 jiwa pada 2026)
Usia median di Iran adalah 34,5 tahun.

Menurut pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia Sya'roni Rofii, meski Iran diembargo ternyata justru membuat Iran semakin "mandiri", termasuk soal merakit dan membuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti rudal dan drone.

Meski selama puluhan tahun berada di bawah sanksi ketat Amerika dan berbagai sanksi multilateral lain, Iran tetap mampu membangun dan mempertahankan industri pertahanan domestik serta memproduksi berbagai sistem persenjataan secara mandiri.

Hal ini bukan berarti sanksi AS sepenuhnya gagal, melainkan karena Teheran mengadaptasi strategi untuk mengakali pembatasan dan menekankan kemandirian.

Embargo dan isolasi internasional, kata Sya'roni, berhasil membuat Iran dipaksa mengandalkan teknologi dalam negeri.

"Ilmuwan Iran dituntut untuk berinovasi di tengah embargo. Dan itu berhasil. Kedua, prinsip yang ditanamkan kepemimpinan Iran: menanamkan semangat perlawanan terhadap Barat. Sehingga dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi semangatnya sama yakni menjadi bangsa mandiri," ucap Sya'roni kepada CNNIndonesia.com.

Dikutip CNBC International, Iran bukan hanya bisa swasembada alutsista. Teheran bahkan telah mengekspor persenjataan mereka dan menjadi pemasok penting drone militer dan rudal bagi Rusia sejak invasi skala penuh Moskow ke Ukraina dimulai pada 2022.

(imf/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |