Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden AS Donald Trump mengangkat CEO Meta Mark Zuckerberg, Ketua Eksekutif Oracle Larry Ellison, dan CEO Nvidia Jensen Huang sebagai penasihatnya. Mereka akan masuk dalam sebuah dewan yang akan memberikan masukan mengenai kebijakan kecerdasan buatan (AI) dan isu-isu lainnya.
Pendiri Google Sergey Brin dan CEO AMD Lisa Su juga termasuk dalam kelompok awal 13 anggota dari industri yang ditunjuk ke Dewan Penasihat Presiden untuk Sains dan Teknologi (PCAST).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak dilantik kembali sebagai presiden, Trump memang menjadikan teknologi AI sebagai prioritas pemerintahannya. Ia menggambarkan teknologi tersebut sebagai arena penentu dalam persaingan strategis dengan China.
Beberapa hari setelah dilantik pada Januari tahun lalu, ia memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk menyusun Rencana Aksi Kecerdasan Buatan yang bertujuan mengurangi hambatan regulasi dan mempercepat inovasi di sektor swasta.
Melansir Reuters pada Rabu (25/3), Gedung Putih mengungkap dewan tersebut diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam membentuk respons Washington terhadap persaingan global yang semakin intensif di bidang kecerdasan buatan. Dewan ini pada akhirnya dapat mencakup hingga 24 anggota.
Penunjukan terbaru ini menandakan keselarasan yang lebih erat antara pemerintahan dan perusahaan teknologi besar. Anggota tambahan akan ditunjuk ke dalam dewan tersebut dalam waktu dekat.
Dewan tersebut akan dipimpin oleh David Sacks, penasihat khusus Gedung Putih untuk AI dan kripto, serta penasihat teknologi Michael Kratsios.
Zuckerberg dan Nvidia menyatakan bahwa dewan tersebut akan membantu memperkuat posisi Amerika Serikat di bidang AI.
Sementara itu, Oracle menolak memberikan komentar. Alphabet dan AMD belum segera menanggapi permintaan komentar.
Bob Mumgaard, CEO dan salah satu pendiri Commonwealth Fusion Systems, juga bergabung dengan dewan tersebut. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa bergabungnya Mumgaard dengan PCAST merupakan sinyal besar dukungan pemerintah AS terhadap industri fusi.
Kecerdasan buatan telah muncul sebagai pendorong utama investasi AS, dengan perusahaan-perusahaan menjanjikan pengeluaran triliunan dolar dalam beberapa tahun mendatang seiring upaya pemerintahan Trump untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini.
Para bos-bos teknologi ini memang sempat terlihat akrab dengan Trump. Sejumlah nama seperti Zuckerberg, Jeff Bezos, Elon Musk, bahkan menghadiri pelantikan Trump pada Januari tahun lalu.
Sementara itu, hubungan Huang, manusia berharta Rp2.900 triliun, dengan Trump sepanjang tahun 2025-2026 juga cukup dinamis. Keduanya beberapa kali bertemu untuk membicarakan kebijakan ekspor chip AI ke China dan investasi teknologi di AS.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google

20 hours ago
3
















































