Jakarta, CNN Indonesia --
Pemilik Johor Darul Ta'zim Tunku Mahkota Ismail mendesak 'orang dalam' FAM bertanggung jawab dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi timnas Malaysia.
Kritik keras Tunku Mahkota Ismail kepada FAM diutarakan lewat akun X resminya.
"Kasus FIFA adalah kasus pemalsuan, bukan kualifikasi kewarganegaraan, tetapi pemalsuan dan penyerahan dokumen," kata Ismail dikutip dari BHarian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang menyerahkan dokumen yang salah? Agen dan siapa di FAM? Mengapa tidak menyerahkan dokumen yang sah dari JPN? Karena mereka ingin melindungi orang dalam, para pemain disalahkan," ujarnya menambahkan.
Ismail juga mengklaim ada pihak-pihak yang menggunakan segelintir kelompok suporter timnas Malaysia dan beberapa media untuk mencoreng citranya.
"Orang dalam harus bertanggung jawab. Jangan menyerah dan gunakan pendukung dan media untuk menjadikan saya kambing hitam," ujar Ismail.
"Beberapa orang di FAM memang tidak puas dengan saya sejak awal karena mereka tidak bisa menghasilkan uang. Ada beberapa yang datang meminta bantuan saya untuk mendapatkan proyek, ada juga yang datang meminta bantuan agar tidak diselidiki MACC dan sebagainya," kata Ismail.
Belum lama ini CAS membuat keputusan untuk menolak banding yang diajukan FAM dan tujuh pemain yang terlibat. Mereka adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Imanol Machuca, Facundo Garces, dan Rodrigo Holgado.
FAM tetap harus memenuhi sanksi yang dijatuhkan FIFA berupa denda sekira Rp1,7 miliar untuk FAM dan larangan bermain di sepak bola profesional selama 12 bulan kepada tujuh pemain yang terlibat.
(jun/jun/nva)

3 hours ago
3
















































