Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir

19 hours ago 2

Calon Kuat Presiden Korsel Setelah Yoon Suk Yeol Digulingkan, Salah Satunya Pendukung Senjata Nuklir

Lee Jae Myung menjadi salah satu kandidat kuat Presiden Korsel. (Foto: X)

SEOUL – Mahkamah Konstitusi Korea Selatan pada Jumat, (4/4/2025) telah menggulingkan Presiden Yoon Suk Yeol dari jabatannya terkait pemberlakukan darurat militer pada akhir tahun lalu. Dengan keputusan ini, Korea Selatan akan menyelenggarakan pemilihan presiden dadakan dalam waktu 60 hari ke depan.

Presiden dapat menjabat satu kali selama lima tahun di Korea Selatan, dan jajak pendapat terkini menunjukkan pemimpin oposisi utama Partai Demokrat unggul jauh, meskipun menghadapi tantangan hukumnya sendiri.

Berikut ini beberapa calon potensial yang dapat terpilih menjadi Presiden Korea Selatan berikutnya, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Lee Jae-Myung

Pemimpin Partai Demokrat dianggap sebagai calon teratas sejauh ini. Politisi kawakan itu kalah dari Yoon dalam pemilihan presiden 2022 dengan selisih suara paling tipis dalam sejarah.

Memimpin dengan selisih dua digit dalam beberapa jajak pendapat terkini, Lee merupakan salah satu anggota parlemen yang bergegas ke Majelis Nasional pada malam deklarasi darurat militer Yoon pada 3 Desember untuk memastikan parlemen menolak perintah militer.

Lee, 61 tahun, memimpin partainya meraih kemenangan telak dalam pemilihan parlemen tahun lalu dan menikmati dukungan kuat dari para pemilih liberal.

Meski begitu, Lee juga punya masalah hukumnya sendiri. Meskipun pengadilan membatalkan putusan bersalahnya atas tuduhan melanggar undang-undang pemilu, ia menghadapi beberapa persidangan atas berbagai masalah mulai dari penyuapan hingga tuduhan yang sebagian besar terkait dengan skandal pembangunan properti senilai USD1 miliar.

Pada 2024, ia selamat dari serangan pisau di sebuah acara dan menjalani operasi untuk tusukan di leher.

Han Dong-Hoon

Mantan pemimpin Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa di Korea Selatan dianggap sebagai pesaing konservatif teratas. Ia adalah penentang yang sangat vokal terhadap deklarasi darurat militer Yoon.

Jaksa yang beralih menjadi politisi berusia 51 tahun itu mengundurkan diri sebagai pemimpin PPP di tengah ketegangan dalam partai atas seruannya agar Yoon mengundurkan diri atas deklarasi darurat militer.

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |