Cuaca Makkah Panas, Ini Tips untuk Jemaah Haji Indonesia

8 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jemaah haji 2026 asal Indonesia diimbau untuk memprioritaskan ketahanan fisik dan proaktif mengendalikan penyakit penyerta atau komorbid dan menghindari kelelahan demi kelancaran puncak ibadah haji.

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Abdillah M Thohir, mengatakan untuk mencegah kelelahan fisik di tengah cuaca panas dan kepadatan kota suci, jamaah haji disarankan memanfaatkan fasilitas ibadah yang letaknya berdekatan dengan penginapan.

"Tidak perlu memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat. Gunakan fasilitas masjid di sekitar hotel, termasuk mushala yang kami siapkan di penginapan, dalam rangka menjaga ketahanan fisik jamaah calon haji," ujar Abdillah di Makkah, Minggu (10/5), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait kedatangan jamaah calon haji yang baru tiba dari Jeddah dan langsung menuju Makkah, Abdillah mengimbau agar mereka beristirahat sejenak sebelum melaksanakan umrah wajib dan menahan diri dari euforia ibadah sunah yang berlebihan di hari-hari berikutnya.

"Kami mengimbau agar jamaah calon haji tidak memforsir diri. Tujuan utama bapak dan ibu hadir di sini adalah untuk melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Silakan beribadah sunah, namun jangan sampai kelelahan sehingga saat pelaksanaan wajibnya fisik tetap terjaga dengan baik," kata Abdillah.

Abdillah menambahkan, pihaknya terus melaksanakan visitasi dan edukasi secara sinergis untuk memastikan kesiapan fisik maupun pemahaman manasik para jamaah calon haji.

Cuaca di Makkah per hari ini, Senin (11/5), dilaporkan cukup panas, diprediksi bisa mencapai 40 derajat celsius.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah PPIH Arab Saudi Edi, Supriyatna, mengatakan pentingnya adaptasi fisik dan pengaturan tenaga bagi para jamaah selama berada di Makkah.

Jemaah haji 2026 asal Indonesia diimbau untuk proaktif mengendalikan penyakit penyerta atau komorbid dan menghindari kelelahan jelang punya ibadah haji di Tanah Suci.

"Harapannya kita menyesuaikan dengan situasi di sini. Artinya, jangan memaksa tenaga sampai kita lelah. Karena kalau sudah lelah, akan terjadi gangguan kesehatan yang berakibat tidak bisa melakukan ibadah dengan baik," ujar Edi di Makkah.

Edi memaparkan perlunya langkah antisipasi yang tepat berdasarkan pemetaan tren kesehatan jamaah yang baru tiba.

Bagi jamaah calon haji gelombang kedua yang tiba di Makkah dari Jeddah, fokus utama tim kesehatan adalah memastikan kondisi komorbid bawaan dari Tanah Air, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, tetap terkendali.

Pengendalian yang baik melalui kedisiplinan minum obat dan istirahat sangat diperlukan agar penyakit tersebut tidak kambuh saat berada di Tanah Suci.

Puncak haji 2026 (1447 H) diprediksi jatuh pada 26 Mei 2026, yang ditandai dengan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. 

(har)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |