CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 12:22 WIB
Berikut dampak setelah Paramount mengakuisisi Warner Bros. Discovery senilai lebih dari Rp1.700 triliun. (Mario Tama/Getty Images North America/Getty Images via AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Warner Bros. Discovery (WBD) secara resmi telah sepakat untuk menjual perusahaannya kepada Paramount dengan harga US$31 per saham dalam sebuah transaksi tunai yang bernilai total US$110 miliar atau sekitar Rp1.700 triliun.
Pengumuman formal yang dirilis pada Jumat (27/2) ini menandai kemenangan besar bagi CEO Paramount David Ellison melalui persaingan berbulan-bulan, terutama setelah WBD menolak tawaran Netflix karena menganggap proposal Paramount jauh lebih unggul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netflix sendiri segera menarik diri dari persaingan setelah menolak mengajukan tawaran yang lebih tinggi dari Ellison. Hal itu memuluskan langkah Paramount menguasai salah satu studio paling legendaris di Hollywood.
Dalam kesepakatan tersebut, seperti diberitakan Deadline pada Jumat (27/2), perusahaan gabungan tersebut berkomitmen untuk memproduksi minimal 30 film bioskop per tahun, atau 15 film per studio setiap tahunnya.
Mereka juga menjanjikan bahwa setiap film akan mendapatkan rilis bioskop penuh dengan jendela eksklusif minimal 45 hari di seluruh dunia sebelum tersedia di layanan streaming.
Langkah ini diambil untuk meredakan kekhawatiran para pemilik bioskop dan komunitas Hollywood yang sempat meragukan komitmen platform digital terhadap penayangan layar lebar.
Penggabungan itu juga membuat perusahaan akan memiliki koleksi lebih dari 15.000 judul film dan ribuan jam program televisi dengan waralaba raksasa, seperti Harry Potter, Mission Impossible, Lord of the Rings, Game of Thrones, DC Universe, Teenage Mutant Ninja Turtles, Transformers, Star Trek, hingga SpongeBob SquarePants.
Selain film dan serial televisi, mereka juga akan menguasai hak siar olahraga premium mulai dari NFL, Olimpiade, UFC, hingga Liga Champions, serta memiliki portofolio jaringan kabel besar termasuk CNN.
David Ellison menekankan bahwa penggabungan ini bertujuan untuk menghormati warisan kedua studio ikonik tersebut sembari membangun perusahaan hiburan generasi baru yang berbasis teknologi tinggi.
"Sejak awal, upaya kami untuk mendapatkan Warner Bros. Discovery dipandu oleh tujuan yang jelas, yakni menghormati warisan dari dua perusahaan ikonis ini sambil mempercepat visi kami membangun perusahaan media dan hiburan generasi baru," kata Ellison.
"Dengan menyatukan studio-studio kelas dunia ini, platform streaming kami yang saling melengkapi, serta bakat luar biasa di belakangnya, kami akan menciptakan nilai yang lebih besar bagi penonton, mitra, dan pemegang saham - dan kami sangat bersemangat dengan apa yang ada di depan," ujarnya.
Sementara itu, CEO WBD David Zaslav juga mengaku sangat senang dengan hasil yang mereka capai untuk para pemegang saham WBD dan industri hiburan.
"Prinsip panduan kami selama proses ini adalah untuk memastikan transaksi yang memaksimalkan nilai aset ikonis kami dan studio kami yang sudah berusia seabad, sambil memberikan kepastian sebanyak mungkin bagi para investor kami," kata Zaslav.
"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Paramount untuk menyelesaikan transaksi bersejarah ini."
Potensi PHK
Penggabungan tersebut diperkirakan selesai sepenuhnya pada kuartal ketiga 2026, setelah mendapatkan izin dari pemerintah dan persetujuan dari para pemegang saham WBD pada musim semi mendatang.
Paramount menargetkan penghematan biaya lebih dari US$6 miliar melalui integrasi teknologi, efisiensi kantor, dan penyelarasan sistem operasional.
Namun, di balik angka penghematan tersebut, banyak pelaku industri yang mengantisipasi akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan.
Transaksi raksasa ini didanai oleh ekuitas sebesar US$47 miliar yang didukung penuh oleh keluarga Ellison dan RedBird Capital Partners, serta tambahan utang sebesar US$54 miliar dari bank-bank besar, seperti Bank of America dan Citigroup.
Meskipun posisi pasar mereka menjadi sangat kuat, para analis Wall Street mengingatkan bahwa beban utang yang masif ini bisa membatasi ruang gerak investasi perusahaan di masa depan.
(chri)

3 hours ago
4















































