Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Hadapi Sidang Vonis Hari Ini

13 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto menjalani sidang dengan agenda putusan hakim pada hari ini, Kamis (5/3), di Pengadilan Negeri Pati, Jawa Tengah.

Teguh dan Botok adalah terdakwa kasus pemblokiran Jalan Pantura Pati-Rembang saat demonstrasi mengawal sidang paripurna pemakzulan Bupati Pati Sudewo, 31 Oktober lalu.

Dalam sidang tuntutan di PN Pati 20 Februari, Botok dan Teguh dituntut jaksa penuntut umum (JPU) masing-masing 10 bulan penjara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati menyiagakan sebanyak 1.349 personel gabungan untuk mengamankan jalannya sidang Botok dan Teguh.

"Seribuan personel tersebut tidak hanya berasal dari jajaran Polresta Pati, tetapi juga didukung personel dari wilayah eks Keresidenan Pati untuk mengamankan jalannya persidangan hari ini (5/3)," kata Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi di Pati.

Ia mengungkapkan pengamanan tidak hanya difokuskan di lokasi persidangan di PN Pati, tetapi juga di sejumlah titik strategis Kabupaten Pati.

Pengamanan ketat ini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama proses persidangan berlangsung.

Menurut Jaka, personel ditempatkan secara berlapis mulai dari ring terluar hingga area inti pengadilan guna memastikan situasi tetap terkendali.

Dengan kesiapan personel yang cukup besar serta dukungan dari berbagai pihak, Polresta Pati optimistis pengamanan sidang dapat berjalan lancar sehingga proses hukum dapat berlangsung aman dan tertib.

Selain melakukan pengamanan terbuka, aparat juga melakukan langkah preventif dengan meningkatkan patroli serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman tanpa terganggu oleh agenda persidangan yang menyita perhatian publik.

Ia mengatakan pelaksanaan sidang tersebut bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan, sehingga pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai dan kondusif.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik. Apalagi Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Mari kita jaga bersama situasi yang aman, damai, dan saling menghargai agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk," ujarnya.

(antara/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |