Dulu Musuh Bebuyutan, Israel-Suriah Kini Malah Saling Tukar Intelijen

23 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menyatakan Suriah dan Israel, yang dulu saling bermusuhan, akan membentuk tim gabungan di bawah pengawasan Gedung Putih untuk menghindari perang.

Dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri AS disebutkan bahwa Israel dan Suriah akan membagi informasi intelijen dan berupaya mengurangi ketegangan militer di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua belah pihak telah memutuskan membentuk mekanisme fusi bersama -- unit komunikasi khusus -- untuk memfasilitasi koordinasi segera dan berkelanjutan dalam hal berbagi intelijen, de-eskalasi militer, keterlibatan diplomatik, dan peluang komersial di bawah pengawasan Amerika Serikat," demikian rilis Kemlu, dikutip AFP, Selasa (6/1).

Mekanisme tersebut akan berfungsi sebagai platform untuk menangani setiap perselisihan dengan cepat dan berupaya mencegah kesalahpahaman.

Kedua negara, lanjut Kemlu AS, juga sudah berkomitmen untuk mencapai pengaturan keamanan dan stabilitas abadi bagi Israel-Suriah.

Namun, rilis itu tak menyebut Israel akan menahan diri dari serangan lebih lanjut atau memulihkan kesepakatan yang sebelumnya telah berlaku

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan kerja sama ekonomi dengan Suriah dan stabilitas serta keamanan regional.

"Disepakati untuk melanjutkan dialog guna memajukan tujuan bersama dan menjaga keamanan minoritas Druze di Suriah," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Suriah tak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Kedua negara juga sering saling serang dan memperebutkan wilayah Dataran Tinggi Golan.

Suriah juga sering mengecam agresi Israel di Palestina yang membuat puluhan ribu orang tewas.

Di bawah rezim Bashar Al Assad, Suriah jadi sekutu Iran dan punya hubungan erat dengan negara itu.

Assad lengser pada Desember 2024 dengan usai perlawanan milisi yang dipimpin langsung Sharaa.

Sejak Assad runtuh, Israel mengirim pasukan ke zona penyangga di wilayah yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah, Dataran Tinggi Golan.

Israel, dengan alasan adanya kekosongan kekuasaan, juga secara sepihak menyatakan membatalkan perjanjian penarikan pasukan tahun 1974 dengan Suriah.

Sharaa berupaya memulihkan kesepakatan dan menghindari konflik yang lebih luas dengan Israel. Namun, dia juga menentang desakan pemerintahan Netanyahu untuk mempertahankan zona demiliterisasi di Suriah selatan.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |