Jakarta, CNN Indonesia --
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 9,5 persen (yoy) menjadi sekitar 32 juta ton sepanjang 2025. Nilai ekspor komoditas tersebut mencapai sekitar US$35 miliar atau setara Rp591,8 triliun (asumsi kurs Rp16.911 per dolar AS).
Sekretaris Jenderal GAPKI Hadi Sugeng Wahyudiono mengatakan kenaikan tersebut terjadi meski industri sawit menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam negeri maupun global.
"Untuk ekspor kita alhamdulillah masih bisa tumbuh 9,5 persen menjadi 32 juta ton, di mana tahun lalu (2024) sekitar 29 juta ton. sehingga nilai ekspor kita sekitar US$35 miliar atau hampir Rp600 triliun," ujar Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Hadi mengatakan industri sawit nasional tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan global. Menurutnya, meski menghadapi banyak hambatan di pasar internasional, ekspor sawit Indonesia masih mampu tumbuh.
Namun, ia mengakui kondisi tersebut membuat biaya dan waktu pengiriman meningkat dibandingkan sebelumnya. Meski begitu, industri sawit dinilai masih mampu bertahan dan menjaga kinerja ekspor tetap positif.
"Meskipun banyak sekali hambatan-hambatan yang sifatnya global, sawit tetap bisa memenuhi. Sawit tetap bisa eksis. Dan tetap eksport kita itu meningkat. Cuma permasalahannya mungkin nambah biaya, nambah waktu lah," ucap Hadi.
Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menegaskan industri sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Ia menyebut sektor ini berkontribusi besar terhadap devisa negara serta penyerapan tenaga kerja.
"Industri sawit benar-benar sebagai penopang ekonomi nasional. Ini yang sebenarnya menjadi dalam tanda kutip ini harus benar-benar menjadi perhatian. Perhatian bersama," kata Eddy dalam kesempatan yang sama.
Ia menilai kinerja ekspor sawit yang tetap tumbuh menunjukkan daya tahan industri tersebut meski menghadapi berbagai tantangan global maupun kebijakan domestik.
GAPKI juga mencatat Indonesia saat ini mengekspor produk sawit ke 177 negara. Organisasi itu menilai keberlanjutan industri sawit perlu terus dijaga agar tetap mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional di masa depan.
(lau/sfr)

1 hour ago
3
















































