Erin Bantah Tuduhan Tahan Gaji, Barang hingga KTP ART di Rumah

1 hour ago 6

CNN Indonesia

Rabu, 06 Mei 2026 12:00 WIB

Rien Wartia Trigina membantah tuduhan merampas barang, menahan KTP, hingga tidak membayarkan gaji ART berinisial H. Rien Wartia Trigina membantah tuduhan merampas barang, menahan KTP, hingga tidak membayarkan gaji ART berinisial H. (Tangkapan layar instagram @erintaulany)

Jakarta, CNN Indonesia --

Rien Wartia Trigina atau Erin buka suara membantah sekaligus klarifikasi tuduhan telah merampas barang, menahan KTP, hingga tidak membayarkan gaji asisten rumah tangga (ART) berinisial H.

Klarifikasi diberikan setelah Erin dituduh melakukan penganiayaan ringan, serta melakukan hal-hal yang ditudingkan ART tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erin menjelaskan bahwa persoalan gaji berkaitan dengan masa kerja ART belum mencapai satu bulan. ART tersebut baru bekerja dalam waktu yang sangat singkat sebelum memutuskan pergi.

"Dia belum kerja satu bulan di rumah, jadi memang belum waktunya terima gaji, belum waktunya," kata Erin seperti diberitakan detikcom, Rabu (6/5).

Erin mengklaim tidak pernah berniat untuk merugikan siapapun secara materiil, termasuk urusan gaji sebesar Rp3 juta yang telah disepakati.

Sedangkan mengenai KTP, ia menyatakan tidak pernah menahan kartu identitas ART. Mantan istri Andre Taulany itu menjelaskan dokumen identitas biasanya dititipkan pada petugas keamanan sesuai prosedur keamanan di kediamannya.

"Saya enggak tahu, soalnya yang simpan-simpan KTP itu security di luar, bukan saya," tutur Erin.

[Gambas:Video CNN]

Sunan Kalijaga selaku kuasa hukum Erin menambahkan soal narasi penahanan barang yang dibangun pihak ART itu keliru. Ia menegaskan barang-barang tersebut tertinggal karena, ART pergi meninggalkan rumah tanpa izin, bukan karena sengaja disita.

Pihak Erin juga menyatakan bahwa mereka terbuka jika pihak ART ingin mengambil kembali barang-barang yang tertinggal, termasuk pakaian pribadi.

"Kalau ditahan itu dia minta kami enggak kasih, itu namanya ditahan. Tapi kalau barang yang dia tinggal karena dia kabur, masa iya dia sekarang di luar bilangnya ditahan? Ayo, mau besok, mau malam ini datang silakan, kami bikin tanda terima," ujar Sunan Kalijaga.

"Sekali lagi saya tegaskan, saya pastikan bahwa tidak ada yang menahan, baik itu baju, gaji, KTP, maupun handphone. Silakan pada saat jam bertamu yang baik sesuai aturan RT/RW mau datang, nanti kami terima, kami buatkan tanda terima," Sunan Kalijaga menegaskan.

Perkara ini bermula ketika H mengaku dirinya kerap dihina dan diomeli oleh Erin hanya karena kesalahan sepele seperti tidak menutup pintu kamar mandi. Bahkan gegara masalah itu, H mengaku dipukul Erin dengan kepala gagang sapu.

H juga mengaku Erin menghinanya dengan kata-kata kasar seperti "bego", "gembel", dan "tolol". H juga menuding Erin sehabis salat menyuruhnya jongkok dan kemudian kepalanya ditendang oleh Erin hingga terjungkal.

Kasus perselisihan antara Erin dan Hera mencuat ke publik setelah akun media sosial milik penyalur H memviralkan dugaan penganiayaan tersebut.

H melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Dalam laporan, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.

Namun, Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.

Jika Anda mengalami, melihat, mendengar, dan mengetahui tindak kekerasan atau pun pelecehan kepada perempuan dan anak, hubungi online SAPA 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.

(chri)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |