Jakarta, CNN Indonesia --
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi kedua terkait keterlibatan salah satu mobil listrik mereka dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Kali ini mereka mengucapkan belasungkawa bagi keluarga korban.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis Green SM Indonesia di media sosialnya.
Menurut perusahaan insiden kecelakaan ini masih dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Perusahaan dikatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi relevan dan mendukung investigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pernyataan resmi yang pertama, Green SM Indonesia mengonfirmasi satu kendaraannya terlibat kecelakaan kereta tetapi tak ada pernyataan belasungkawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah menyatakan bakal memanggil pengelola Green SM Indonesia buntut kecelakaan kereta antara kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 15 orang serta melukai 88 orang lainnya.
Sebelum insiden terjadi, taksi Green SM berhenti di tengah perlintasan kereta di daerah Bulak Kapal kemudian ditabrak KRL. Situasi ini membuat perjalanan KRL lain dari Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur.
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang berhenti di jalur itu. Kecelakaan ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1

















































