H+2 Lebaran, Arus Balik Mudik di Pelabuhan Bakauheni Mulai Meningkat

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan mencatat peningkatan signifikan aktivitas penumpang dan kendaraan pada arus balik mudik mulai H+2 Lebaran 2026, Senin (23/3).

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan sejak Minggu (22/3) hingga Senin sore, kepadatan di Pelabuhan Bakauheni terpantau mulai ramai. Baik itu penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak," ujar Partogi di Lampung Selatan pada Senin, melansir Antara.

Partogi memastikan pelayanan penyeberangan tetap berlangsung lancar, tertib, dan terkendali meski terjadi lonjakan penumpang. Hal ini berkat kesiapan operasional yang matang dan koordinasi lintas stakeholder.

Menurut data Posko Bakauheni selama 24 jam, tercatat ada 146 trip kapal. Total penumpang mencapai 51.751 orang.

Jumlah penumpang tersebut meningkat 30,5 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun total kendaraan mencapai 14.094 unit atau naik 45.3 persen.

"Kenaikan paling mencolok terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit atau meningkat 59,4 persen, diikuti kendaraan roda empat sebanyak 7.407 unit atau naik 27,9 persen," kata Partogi.

Selanjutnya, jumlah kendaraan logistik tercatat 1.202 unit, melonjak 189,6 persen. Lalu jumlah bus sebanyak 237 unit atau meningkat 19,7 persen.

Partogi juga memastikan, operasional di Pelabuhan Bakauheni berjalan optimal dengan skenario pengendalian yang adaptif.

Skema pengalihan kendaraan pada arus balik mulai diterapkan. Arus balik mudik menuju Pulau Jawa dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni untuk penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, dan VIA.

Adapun kendaraan golongan IVB, VB, dan VIB yang dikecualikan dari pembatasan operasional, dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu.

Truk golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan IX yang masih dalam masa pembatasan, diarahkan untuk menunggu di buffer zone atau sejumlah rest area tol. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.

"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata, sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti," ucap Partogi.

Pengelolaan layanan dermaga, kata Partogi lagi, dilakukan secara fleksibel melalui skema multidermaga. Baik itu untuk penumpang pejalan kaki maupun kendaraan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga distribusi tetap merata dan ritme layanan tetap stabil di tengah peningkatan volume penumpang dan kendaraan.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |