Harga Daging Sapi Berpotensi Melonjak, Ini Penyebabnya

6 hours ago 1

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |17:05 WIB

Harga Daging Sapi Berpotensi Melonjak, Ini Penyebabnya

Harga daging sapi berpotensi melonjak seiring perubahan kebijakan impor. (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA — Harga daging sapi berpotensi melonjak seiring perubahan kebijakan impor yang memberikan porsi lebih besar kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah merencanakan impor 400 ribu ekor sapi indukan, 700 ribu ekor sapi bakalan, serta 297 ribu ton daging beku pada 2026.

Dari total impor sapi bakalan, sebanyak 600 ribu ekor atau setara 120 ribu ton daging diserahkan kepada swasta, sedangkan 100 ribu ekor atau setara 20 ribu ton daging ditugaskan kepada BUMN, yakni PT Berdikari.

Sementara itu, untuk impor daging beku, sebanyak 250 ribu ton dialokasikan kepada BUMN dan 47 ribu ton kepada swasta. Dari kuota BUMN tersebut, 100 ribu ton di antaranya merupakan daging kerbau asal India.

“Khusus untuk impor daging sapi beku, tahun ini BUMN menjadi pemegang kuota mayoritas, yakni 76 persen. Ini berkebalikan dengan tahun 2025 ketika swasta mengantongi kuota impor 180 ribu ton,” kata Pengamat Pertanian Khudori, Jumat (27/2/2026).

Jika ditotal dengan kuota impor daging kerbau dan 100 ribu ekor sapi bakalan, BUMN menguasai sekitar 270 ribu ton dari total kuota impor 437 ribu ton setara daging sapi dan kerbau, atau sekitar 61,7 persen.

Menurut Khudori, idealnya BUMN menjadi kontributor utama dalam memastikan pasokan dan menjaga stabilitas harga. Namun, ia mempertanyakan apakah fungsi tersebut sudah berjalan optimal.

“Jika BUMN sudah berfungsi sebagai penjamin pasokan dan stabilitas harga, tentu tak perlu ada kebijakan yang menekan pelaku usaha seperti saat ini,” lanjutnya.

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |