Jakarta, CNN Indonesia --
Apple baru saja merilis lini laptop terbaru Macbook Air M5 dan Macbook Pro dengan mesin M5 Pro dan M5 Max. Jajaran terbaru ini mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
MacBook Air baru berukuran 13 inci dan 15 inci masing-masing dibanderol mulai dari US$1.099 (Rp18,6 juta) dan US$1.299 (Rp21,9 juta), naik dari harga US$999 (Rp16,9 juta) dan US$1.199 (Rp20,2 juta) pada model tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Apple menyebut bahwa laptop-laptop tersebut kini dilengkapi dengan "kapasitas penyimpanan awal dua kali lipat sebesar 512GB dengan teknologi SSD yang lebih cepat," yang menjanjikan kecepatan baca dan tulis dua kali lipat.
Penawaran ini terlihat lebih baik karena upgrade dari 256GB ke 512GB pada model tahun lalu membutuhkan tambahan biaya US$200 (Rp3,4 juta).
Dengan chip M5, yang pertama kali diperkenalkan Apple pada bulan Oktober, pembeli juga akan mendapatkan prosesor CPU 10-core yang dapat dikonfigurasi dengan GPU hingga 10-core.
"MacBook Air dengan M5 menawarkan kinerja hingga 4 kali lebih cepat untuk tugas AI dibandingkan MacBook Air dengan M4, dan hingga 9,5 kali lebih cepat dibandingkan MacBook Air dengan M1," klaim perusahaan tersebut.
Peningkatan lain yang menonjol adalah dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 melalui chip N1 yang baru.
MacBook Air baru tetap mempertahankan profil tipis ikonik dan casing aluminiumnya. Untuk pertama kalinya, pelanggan juga dapat mengonfigurasi laptop ini dengan kapasitas penyimpanan hingga 4TB.
Dari sisi baterai, laptop ini diharapkan memiliki daya tahan hingga 18 jam, yang tampak tidak berubah dari model tahun lalu.
Kenaikan harga juga dialami Macbook Pro dengan MacBook Pro berukuran 14 inci dan 16 inci dengan chip M5 Pro dibanderol mulai dari US$2.199 (Rp37,1 juta) dan US$2.699 (Rp45,6 juta). Harga ini naik dari US$1.999 (Rp33,7 juta) dan US$2.499 (Rp42,2 juta) pada model generasi sebelumnya.
Sementara itu, MacBook Pro berukuran 14 inci dan 16 inci dengan chip M5 Max dibanderol mulai dari US$3.599 (Rp60,8 juta) dan US$3.899 (Rp65,8 juta), naik dari US$3.199 (Rp54 juta) dan US$3.499 (Rp59,1 juta).
Namun, Apple mengatakan kedua model kini dilengkapi dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, yakni 1TB untuk MacBook Pro dengan chip M5 Pro dan 2TB untuk M5 Max.
Apple memamerkan arsitektur CPU 18-inti pada M5 Pro dan Max, yang dilengkapi dengan enam "super core" serta "12 performance core baru yang dioptimalkan untuk beban kerja multithreaded yang efisien daya."
"Secara keseluruhan, CPU ini meningkatkan kinerja hingga 30 persen untuk beban kerja profesional," dibandingkan dengan chip M4 Pro dan Max, kata Apple.
Apple juga mengatakan chip M5 Pro dan M5 Max "dirancang dari awal untuk AI."
Selain CPU, chip ini dilengkapi dengan "Neural Engine 16-core" yang ditingkatkan dan GPU hingga 40-core, memungkinkan mereka menjalankan model bahasa besar secara lokal di MacBook Pro hingga empat kali lebih cepat dibandingkan dengan generasi sebelumnya, M4 Pro dan M4 Max. Selain itu, generator gambar AI secara lokal juga seharusnya hampir empat kali lebih cepat.
"Kedua chip ini juga menawarkan peningkatan kinerja grafis hingga 50 persen dibandingkan M4 Pro dan M4 Max, memungkinkan desainer animasi bekerja dengan adegan 3D kompleks secara real-time dan seniman efek visual (VFX) untuk melihat pratinjau efek secara instan," tambah Apple, dikutip dari PC Mag.
Perusahaan ini memasarkan chip baru M5 Pro dan M5 Max kepada para programmer komputer dan pengembang aplikasi, fotografer yang membutuhkan pemrosesan perpustakaan gambar besar, serta insinyur yang bekerja dengan simulasi 3D. Laptop ini diklaim memiliki daya tahan baterai hingga 24 jam.
MacBook Pro baru juga dilengkapi dengan dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 melalui kehadiran chip N1.
(lom/dmi)

2 hours ago
2















































