Heavy Makeup Bikin Wajah Terlihat Lebih Tua? Ini Kata Dokter

6 hours ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 17:30 WIB

Ilustrasi Riasan mata Ilustrasi. Heavy makeup bikin wajah terlihat lebih 'tua'. (Gromovataya/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Tren makeup di kalangan anak muda terus berkembang. Beragam teknik riasan yang dulu identik dengan makeup artist profesional kini mudah dipelajari melalui media sosial.

Mulai dari penggunaan foundation full coverage, contour tegas, hingga teknik yang mampu mengubah bentuk wajah secara drastis, semuanya semakin akrab di kalangan remaja dan perempuan muda.

Namun di balik tren tersebut, muncul anggapan bahwa penggunaan heavy makeup membuat wajah terlihat lebih tua atau sering disebut 'muka boros'. Benarkah demikian?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Skincare and Aesthetic Expert Yessica Tania menjelaskan bahwa heavy makeup sebenarnya tidak secara langsung membuat seseorang tampak lebih tua. Namun, tren kecantikan yang semakin beragam membuat banyak anak muda bereksperimen dengan berbagai gaya riasan yang pada akhirnya menciptakan kesan lebih dewasa dibandingkan usia mereka.

"Heavy makeup bisa berpengaruh, tetapi bukan berarti heavy makeup membuat muka boros. Gen Z bisa terlihat lebih dewasa dibandingkan milenial salah satunya adalah karena tren kecantikan juga semakin inovatif dan beragam," ujar Yessica dalam keterangannya, saat hadir di acara peluncuran ZEGAVIT Gummy Multivitamin di Jakarta, Jumat (29/5).

Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada kurangnya pemahaman sebagian anak muda mengenai kesehatan dan perawatan kulit. Banyak yang menggunakan produk kosmetik tanpa menyesuaikan dengan kondisi kulit atau tidak membersihkan makeup secara optimal setelah beraktivitas.

Kebiasaan tersebut dapat memicu berbagai masalah kulit yang membuat wajah tampak lebih kusam dan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Mulai dari kemerahan, warna kulit yang tidak merata, kulit kusam, hingga skin barrier yang rusak.

"Makanya anak muda kelihatan boros karena memiliki permasalahan kulit itu. Padahal, kalau anak muda usia belasan dan dua puluhan itu kulitnya masih sehat dan warna kulitnya masih rata," kata Yessica.

Ia menyarankan agar penggunaan makeup selalu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Selain itu, proses pembersihan wajah juga tidak boleh diabaikan. Membersihkan makeup dengan micellar water atau cleansing balm sebelum menggunakan sabun cuci muka dapat membantu mengangkat sisa kosmetik secara lebih optimal.

Tak hanya perawatan dari luar, kesehatan kulit juga perlu dijaga dari dalam tubuh. Pola makan bergizi dan asupan nutrisi yang cukup berperan penting dalam menjaga kualitas kulit.

Beberapa kandungan yang kerap dikaitkan dengan kesehatan kulit antara lain kolagen, vitamin C, vitamin E, dan vitamin B7 atau biotin.

Selain kebiasaan merawat kulit, gaya hidup sehari-hari juga memengaruhi kondisi kulit seseorang. Yessica menyoroti bahwa kurang tidur menjadi salah satu faktor yang sering diabaikan.

"Kalau kita kurang tidur terus-menerus, itu akan mengganggu proses regenerasi kulit yang terjadi di malam hari," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berpengaruh pada kualitas kulit.

"Konsumsi gula berlebih bisa memicu inflamasi yang berdampak pada penurunan kualitas kolagen dan elastin," jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap solusi kesehatan yang praktis dan mudah dijalani juga terus meningkat. Senior Brand Manager Kalbe Consumer Health Sisca Rachmadita menilai masyarakat kini mencari pendekatan wellness yang dapat menyatu dengan rutinitas harian tanpa terasa membebani.

"Saat ini orang ingin wellness yang tidak terasa seperti beban, tapi bagian dari lifestyle yang enjoyable," ujar Sisca.

Menurutnya, konsep perawatan diri perlu beradaptasi dengan ritme kehidupan modern yang serba cepat. Di tengah aktivitas yang semakin padat, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya mengandalkan makeup atau skincare. Kombinasi antara perawatan yang tepat, pola hidup sehat, istirahat cukup, dan pemenuhan nutrisi menjadi kunci agar kulit tetap sehat dan tampak segar sesuai usia.

"Self-care harus bisa mengikuti ritme hidup modern, bukan malah menambah tekanan baru," katanya.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |