Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam pada perdagangan sesi I Selasa (12/5) siang, menjelang pengumuman hasil reviu peninjauan indeks (rebalancing) saham Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mengutip RTI Infokom, IHSG turun 98,49 poin atau 1,43 persen ke level 6.807.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp7,5 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,89 miliar saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG sempat dibuka di level 6.946 dan menyentuh posisi tertinggi di 6.977. Namun, indeks terus melemah hingga level terendah harian di 6.802.
Pada penutupan sesi I ini, 456 saham melemah, 192 menguat, dan 166 stagnan.
Terpantau, 10 dari 11 sektor indeks melemah, dipimpin oleh sektor perindustrian yang minus 3,44 persen. Sementara itu, satu-satunya sektor yang menguat adalah transportasi dengan penguatan sebesar 2,73 persen.
Menjelang pengumuman MSCI, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi memastikan tidak terdapat penambahan saham baru asal Indonesia dalam peninjauan indeks MSCI kali ini.
Malahan, ia menyebut ada kemungkinan beberapa saham Indonesia justru dikeluarkan dari indeks tersebut.
"Besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka sudah bilang meng-freeze kan. Jadi, enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar," ungkapnya mengutip detikcom, Senin (11/5).
Lebih lanjut, ia menyebut akan ada konsekuensi pelemahan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun menurutnya, dampak rebalancing MCSI terhadap indeks tidak akan berkepanjangan.
"Semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik lah, karena kan saya udah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya, dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi insya Allah long term gain," imbuhnya.
MSCI akan mengumumkan hasil rebalancing indeks mereka pada Selasa (12/5) waktu Central European Summer Time (CEST).
Pengumuman tersebut mencakup sejumlah indeks global, mulai dari MSCI Global Standard Indexes hingga MSCI Frontier Markets Indexes.
Merujuk pengumuman resmi MSCI pada 5 Mei, MSCI akan mengunggah daftar saham yang masuk dan keluar indeks melalui situs resmi www.msci.com pada 12 Mei beberapa saat setelah pukul 23.00 waktu CEST.
Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), pengumuman itu akan dirilis pada Rabu (13/5) sekitar pukul 04.00.
Seluruh perubahan hasil rebalancing tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.
MSCI beberapa waktu lalu mengumumkan untuk mempertahankan pembekuan rebalancing Mei 2026 dan mengeluarkan saham-saham RI yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeksnya.
Saat ini, MSCI juga masih mengkaji dampak sejumlah reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi di RI. Selain itu, MSCI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float.
Selain itu, MSCI juga tidak akan memasukkan data dari sumber dan keterbukaan baru hingga kajiannya selesai.
"Pendekatan ini dilakukan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberi waktu untuk evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan," tulis pengumuman MSCI, Selasa (21/4).
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
12
















































