Ini 7 Pulau Kunci Pertahanan Iran di Selat Hormuz Selain Kharg

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Amerika Serikat disebut mulai dikerahkan menuju Timur Tengah untuk bersiap menginvasi Iran.

Sebuah spekulasi beredar bahwa ribuan tentara AS tersebut akan mendapat tugas berat merebut salah satu pulau strategis di Selat Hormuz, Pulau Kharg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, bukan hanya pulau produksi minyak Iran itu yang sangat strategis bagi Iran di Selat Hormuz. 

Pulau-pulau tersebut antara lain Abu Musa, Tunb Besar, Tunb Kecil, Hengam, Qeshm, Larak dan Pulau Hormuz. Pulau-pulau itu tersebar tepat di 'gerbang' Selat Hormuz.

Studi dari Universitas Sun Yat Sen di Zhuhai, China, bahkan mengidentifikasi tujuh pulau tersebut sebagai "benteng pertahanan" Iran di Selat Hormuz.

"Kurva hipotetis yang menghubungkan pulau-pulau ini akan semakin membantu memahami keunggulan strategis Iran dalam mengendalikan keamanan Selat Hormuz," tulis peneliti Iran Enayatollah Yazdani dan peneliti China Ma Yanzhe dalam sebuah makalah tahun 2022 untuk Pusat Sains dan Pendidikan Kanada, dikutip dari CNN.

Pulau Abu Musa, Tunb Besar dan Tunb Kecil, adalah pulau terkecil di antara tujuh pulau strategis di Selat Hormuz. Pulau-pulau itu menjadi kunci atas kontrol Iran di Selat Hormuz.

"Kapal perang besar dan kapal tanker harus melewati" ketiga pulau itu karena jarak yang terbatas antara ketiga pulau tersebut dan kedalaman air di teluk yang sebagian besar dangkal, demikian penjelasan para peneliti.

Hal itu dapat membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi kapal serang cepat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kapal penyebar ranjau, atau drone yang beroperasi dari pulau-pulau tersebut.

Para pejabat Iran menyebut pulau-pulau tersebut dan pulau-pulau teluk lainnya sebagai "stasiun kapal induk dan tak dapat tenggelam" milik Teheran, tulis Yazdani dan Ma.

Tahun lalu Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah memusatkan kekuatan mereka di Pulau Abu Musa, Tunb Besar, dan Tunb Kecil, menurut laporan dari Foundation for Defense of Democracies.

"Pendekatan taktis kami mengharuskan untuk mempersenjatai dan mengoperasikan gugusan pulau ini. Kami memiliki kemampuan untuk menyerang pangkalan musuh, kapal perang, dan aset di wilayah tersebut," kata Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, saat itu.

Tangsiri kini telah tewas akibat serangan udara Israel pada Kamis pekan lalu.

AS tentu harus melumpuhkan ancaman dari pulau-pulau tersebut karena tak bisa ditenggelamkan agar bisa masuk lebih dalam ke Selat Hormuz membawa pasukan marinir.

Pulau-pulau itu "berada di lokasi strategis untuk mengendalikan setiap pelayaran" yang mencoba meninggalkan atau memasuki teluk, kata analis yang berbasis di Hawaii, Carl Schuster, mantan direktur Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |