Intelijen Prediksi Iran Bakal Luncurkan Serangan Langsung ke AS

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan intelijen Amerika Serikat memprediksi Iran akan menyerang langsung negeri Paman Sam, menyusul serangan bersama AS dan Israel ke negara Timur Tengah itu.

Laporan penilaian ancaman 28 Februari yang dibuat Kantor Intelijen dan Analisis Kementerian Keamanan Dalam Negeri (Department Homeland Security/DHS) menyebut Iran dan proksinya "kemungkinan" menimbulkan ancaman serangan yang menargetkan AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, mereka mencatat tak akan ada serangan fisik dengan skala besar yang menghantam AS.

"Meskipun serangan fisik berskala besar tidak mungkin terjadi, Iran dan proksinya kemungkinan besar menimbulkan ancaman serangan terarah yang terus-menerus di Tanah Air," demikian laporan DHS yang ditinjau Reuters, Senin (2/3).

Laporan itu juga menyatakan, "dan hampir pasti akan meningkatkan tindakan pembalasan atau seruan untuk bertindak jika laporan tentang kematian Ayatollah terkonfirmasi."

AS dan Israel meluncurkan serangan brutal bersama ke Iran pada Sabtu atau 28 Februari.

Di hari itu, Washington dan Tel Aviv mengonfirmasi pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas. Iran baru mengonfirmasi keesokan harinya.

Setelah itu, pasukan Garda Revolusi meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke Israel dan aset militer AS di Timur Tengah.

Laporan DHS juga mencatat bahwa dalam jangka pendek, kekhawatiran utama adalah "aktivis peretas" yang bersekutu dengan Iran akan melakukan serangan siber tingkat rendah terhadap jaringan AS. Tindakan itu misalnya perusakan situs web dan serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS).

Penilaian DHS juga menyatakan Iran kemungkinan akan melanjutkan serangan terhadap target AS dan sekutu di Timur Tengah.

Laporan menyebut Iran hampir pasti akan menyalahkan pejabat senior pemerintah AS atas protes apa pun yang dimulai karena pernyataan Presiden Donald Trump yang ingin perubahan rezim.

Menanggapi potensi ancaman Iran, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan terus memantau situasi secara seksama.

"Saya berkoordinasi langsung dengan mitra intelijen dan penegak hukum federal kami saat kami terus memantau dan menggagalkan setiap potensi ancaman terhadap tanah air," ujar Noem.

(isa/dna)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |