Jakarta, CNN Indonesia --
Iran disebut akan mempermudah kapal tanker Indonesia melewati jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz yang kini dibatasi ketat imbas serangan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis saat menjamu Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kantor MUI, Jakarta, Senin (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran berkomitmen terus menjalin persahabatan dengan Indonesia termasuk memudahkan kapal tanker Indonesia yang akan melewati Selat Hormuz," kata Cholil dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs MUI.
Dalam pertemuan tersebut, kata Cholil, Boroujerdi membahas situasi terkini yang terjadi di Teluk Persia.
Sementara itu, Waketum MUI lain Marsudi Syuhud menyampaikan pihak yang memulai konflik dalam hal ini Israel-Amerika Serikat harus menginisiasi dan mengumumkan penghentian perang.
"Pernyataan yang disarankan adalah kalimat sederhana namun kuat, yakni, 'Saya yang memulai perang, maka saya yang mengakhirinya'," kata Syuhud.
Senada, dalam rilis resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyebutkan dalam pertemuan itu MUI menekankan tanggung jawab mengakhiri perang berada ada di pihak yang memulai.
Jajaran pimpinan MUI yang hadir, lanjut Kedubes, juga menyatakan bahwa setiap serangan terhadap negara berdaulat, warga sipil, dan infrastruktur publik merupakan bentuk nyata dari kezaliman dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan.
Mereka juga menuntut penghentian segera tindakan tersebut.
"Selain itu, ditegaskan pula perlunya langkah serius dari masyarakat internasional untuk mengakhiri krisis ini tanpa standar ganda," demikian rilis Kedubes Iran di X.
AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari. Imbas operasi ini, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil tewas.
Imbas operasi itu, Iran membatasi akses ke Selat Hormuz terutama bagi kapal dari negara yang berafiliasi dengan AS dan Israel. Akibatnya sejumlah kapal tertahan di kawasan itu.
Indonesia mencatat ada dua kapal pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk menyiapkan teknis perlintasan di Selat Hormuz. Ia juga menekankan kru dan awak kapal sejauh ini terpantau dalam keadaan aman.
"PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujar Vega dalam keterangan resmi pekan lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl , sementara itu, mengatakan ada pertimbangan positif pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz.
"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut," imbuh dia.
Nabyl juga mengatakan Kemlu dan KBRI Tehran akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2

















































