Jakarta, CNN Indonesia --
Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, mengejek upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump memblokade jalur perdagangan minyak global, Selat Hormuz.
Akun resmi Konjen Iran di Hyderabad @IraninHyderabad membandingkan usaha Trump dan dengan media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selat Hormuz bukan media sosial. Jika seseorang memblokir Anda, Anda tak bisa hanya memblokir balik mereka," demikian unggahan akun tersebut pada Selasa (14/4).
Kedutaan Besar dan Konjen Iran sering mengunggah konten yang mengejek AS dan sekutunya Israel setelah mereka menggempur habis-habisan negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz usai negosiasi dengan Iran di Pakistan buntu.
Trump juga mengumumkan akan melenyapkan kapal serang cepat Iran. Blokade tersebut sudah mulai sejak Senin pukul 09.00 waktu setempat.
"Peringatan: jika ada kapal-kapal ini yang mendekati BLOKADE kita, mereka akan segera DIHAPUS, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kita gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut," kata Trump.
AS mengeklaim blokade dimulai sejak Senin (13/4) malam WIB. Namun, tiga kapal tanker terkait Iran dilaporkan masih keluar masuk kawasan Teluk Persia melalui Selat Hormuz hari ini, Selasa (14/4).
Berdasarkan data pelayaran LSEG, sebuah kapal tanker ketiga yang terkait Iran dilaporkan memasuki kawasan Teluk melalui Selat Hormuz pada Selasa (14/4) siang waktu setempat.
Dikutip Al Jazeera, kapal berbendera Panama, Peace Gulf, itu diketahui sedang menuju pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab.
Sebelumnya, dua kapal tanker yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat juga masih bisa melintasi jalur perdagangan 20 hingga 25 persen pasokan minyak dunia tersebut.
Ketiga kapal yang masih berlalu-lalang di Selat Hormuz ini tampaknya tidak menuju pelabuhan Iran sehingga tidak terdampak blokade AS.
Berdasarkan data Kpler, kapal tanker jenis handy, Murlikishan, dilaporkan menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak pada 16 April. Kapal ini sebelumnya dikenal dengan nama MKA dan pernah mengangkut minyak dari Rusia dan Iran.
Sementara itu, menurut data LSEG dan Kpler, kapal tanker lain yang juga dikenai sanksi, Rich Starry, menjadi yang pertama melintasi selat tersebut sekaligus keluar dari kawasan Teluk sejak blokade diberlakukan.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
9

















































