Jadi Dewan Pembina PARFI 56, Fadli Zon Bahas Perlindungan Pekerja Film

6 days ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, diangkat menjadi Ketua Dewan Pembina Persatuan Artis Film Indonesia 1956 (PARFI '56). Pengangkatan itu berlangsung dalam diskusi dan buka puasa bersama di Museum Nasional, Jakarta.

"Film bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan budaya, ekspresi seni, dan alat diplomasi bangsa," kata Fadli Zon, pada Kamis (27/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lalu menegaskan kolaborasi antara aktor, asosiasi profesi, dan pemerintah adalah kunci dalam memajukan industri perfilman Indonesia. Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap perlindungan kesejahteraan pekerja film.

"Kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan PARFI '56 adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa para pelaku industri film mendapatkan jaminan sosial yang layak. Ini adalah fondasi penting bagi ekosistem yang sehat dan berkelanjutan," imbuh Fadli.

Fadli juga menyampaikan pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan, terus mendorong pertumbuhan industri film dengan kebijakan berbasis data dan strategi.

Ia menyebut pada 2024, jumlah penonton film nasional mencapai lebih dari 80 juta orang, jauh melampaui penonton film asing, yang berjumlah sekitar 42 juta.

Meski demikian, ia menyoroti jumlah layar bioskop di Indonesia yang masih minim.

"Kita membutuhkan lebih banyak layar, serta ekosistem yang adil dan berkeadilan bagi semua pelaku industri film. Pemerintah siap mendukung upaya bersama untuk menghadirkan solusi konkret," ungkap menteri itu.

Sementara itu, Ketua Umum PARFI 56, Marcella Zalianty, mengatakan pengangkatan Fadli Zon sejalan dengan semangat organisasi untuk memperkuat pelindungan dan pembinaan bagi para pekerja film nasional.

[Gambas:Video CNN]

Dia juga menilai dedikasi dan kepemimpinan Fadli Zon di bidang kebudayaan sebagai aset penting dalam memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Acara ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PARFI '56 dan BPJS Ketenagakerjaan mengenai Sistem Keagenan bagi para pekerja film.

Acara ini dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan PARFI '56 Dede Yusuf Macan Effendi, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Arswendy Bening, Komisaris Utama PFN Yessy Goesman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah DKI Jakarta Deny Yusyulian, serta para sineas dan insan perfilman nasional.

(isa/end)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |