Jakarta Mulai Masuk Musim Pancaroba, Tanda-tandanya Sudah Jelas

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Jakarta mengalami hujan yang cenderung pada siang hingga sore hari, dengan sebelumnya cuaca relatif terik. Ini disebut sebagai indikasi awal periode peralihan musim atau pancaroba.

"Dalam dua hari terakhir, hujan masih tercatat terutama pada siang hingga sore hari, misalnya pada 10 Maret curah hujan tertinggi terjadi di Jakarta Selatan sebesar 40 mm/hari, dan pada 11 Maret di Jakarta Timur sebesar 18,8 mm/hari. Pola hujan yang cenderung terjadi pada siang-sore hari ini merupakan salah satu indikasi awal periode peralihan musim," kata Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, Kamis (13/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jakarta sendiri beberapa terakhir mengalami cuaca lebih terik. Data dari Pos Pengamatan Kemayoran, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu maksimum, dari kisaran 29-30 derajat Celcius pada periode 5-8 Maret 2026 menjadi sekitar 31-33 derajat Celcius pada periode 9-11 Maret 2026.

"Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor dinamika atmosfer. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya berada di sekitar wilayah Indonesia kini bergerak ke arah timur sehingga pengaruh pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta berkurang," katanya.

"Selain itu, Monsun Asia juga cenderung melemah, sehingga suplai massa udara lembap yang memicu pembentukan awan hujan tidak sekuat sebelumnya. Akibatnya, pada siang hari radiasi matahari lebih dominan sehingga suhu terasa lebih panas," tambahnya.

BMKG memprediksi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau akan dimulai pada akhir Maret hingga April 2026. Menurut BMKG sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan awal musim kemarau diprediksi datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir.

Menurut BMKG, kondisi ini membuat durasi musim kemarau jadi lebih panjang.

BMKG memprakirakan musim kemarau mulai terjadi pada April 2026 di 114 ZOM atau 16,3 persen wilayah Indonesia. Wilayah yang akan lebih dulu memasuki musim kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara.

Kemudian pada Mei 2026, sebanyak 184 zona musim (26,3 persen) diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Disusul Juni 2026 sebanyak 163 zona musim (23,3 persen).

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |