CNN Indonesia
Minggu, 03 Mei 2026 20:40 WIB
Ada banyak etika tak tertulis saat naik pesawat yang sering kali luput diperhatikan penumpang. iStockphoto/wisely
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada banyak etika tak tertulis saat naik pesawat yang sering kali luput diperhatikan penumpang. Padahal, hal-hal kecil tersebut bisa berdampak besar pada kenyamanan selama penerbangan, terutama bagi awak kabin.
Melansir Glasgow Live, Minggu (3/5) pramugari berpengalaman lebih dari satu dekade, Charity Moore, membagikan empat kebiasaan penumpang yang sebaiknya dihentikan karena dinilai mengganggu dan menyulitkan pekerjaannya.
"Saya sudah 11 tahun jadi pramugari, dan ini hal-hal yang benar-benar perlu kalian hentikan sebagai penumpang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut empat kebiasaan yang disorot:
1. Bersikap tidak sopan ke awak kabin
Charity menekankan pentingnya menghormati pramugari, termasuk tidak menyentuh sembarangan, tidak "mengikuti" terlalu dekat di lorong, dan tidak menyalahgunakan tombol panggilan.
"Kamu memencet tombol lalu kasih saya sampah saat saya datang. Tolong tunggu sampai kami berkeliling dengan kantong sampah. Tombol itu bukan untuk buang sampah," ujarnya.
2. Tidak tahu nomor kursi sendiri
Ia menyebut banyak penumpang naik pesawat tanpa mengecek boarding pass, sehingga memperlambat proses naik dan menyulitkan kru.
"Jangan naik pesawat tanpa tahu nomor kursi. Lihat boarding pass, ingat kursimu, duduk di sana, dan jangan merepotkan orang lain," katanya.
3. Memutar video atau musik tanpa earphone
Kebiasaan ini disebut makin sering terjadi dan sangat mengganggu, apalagi dalam ruang terbatas seperti kabin pesawat.
"Kamu mengganggu semua orang di sekitarmu. Itu tidak sopan. Pakai earphone atau kecilkan volumenya," ujarnya.
4. Etika toilet yang buruk
Mulai dari tidak menutup pintu hingga tidak mencuci tangan, hal ini dinilai menciptakan pengalaman yang tidak nyaman bagi kru.
"Saya bukan ibumu. Saya di sini untuk menyelamatkan kamu saat darurat, bukan mengurus kebiasaan buruk di toilet. Tolong tutup pintunya," kata Charity.
Ia menegaskan, kenyamanan selama penerbangan bukan hanya tanggung jawab maskapai, tetapi juga bergantung pada kesadaran penumpang untuk saling menghargai di ruang bersama.
(lau/mik)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
3

















































