Jarang Sikat Gigi Bisa Picu Alzheimer? Ini Penjelasan Ilmiahnya

2 hours ago 7

CNN Indonesia

Rabu, 29 Apr 2026 20:30 WIB

Belakangan ini, kesehatan mulut ikut dikaitkan dengan risiko Alzheimer. Ilustrasi. Masalah kesehatan mulut disebut-sebut bisa memicu penyakit Alzheimer. Berikut penjelasan ilmiahnya. (Ghina Yasmin Priasthy)

Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan ini, kesehatan mulut ikut dikaitkan dengan risiko Alzheimer. Klaim ini dibahas di media sosial, bahkan ada yang menyebut infeksi gusi sebagai salah satu pemicu penyakit itu. Berikut penjelasan ilmiahnya. 

Kebiasaan menyikat gigi sering dianggap urusan kecil yang efeknya hanya terasa di sekitar mulut. Paling-paling, orang baru lebih perhatian saat napas mulai tidak segar, gigi terasa ngilu, atau gusi mudah berdarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian baru-baru ini muncul informasi bahwa infeksi gusi bisa memicu penyakit Alzheimer, suatu penyakit degeneratif yang menyerang otak.

Sekilas, hubungan antara gusi dan otak memang terdengar jauh. Bagaimana mungkin bakteri di mulut bisa berkaitan dengan kemampuan mengingat?

Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara bakteri di mulut dan penyakit Alzheimer.

Studi yang dipublikasikan di Science Advances menemukan bakteri Porphyromonas gingivalis, penyebab utama penyakit gusi, ada pada jaringan otak pasien Alzheimer. Enzim yang dihasilkan bakteri ini, yang disebut gingipains, juga ditemukan berkaitan dengan kerusakan otak.

Dalam penelitian yang sama, infeksi bakteri tersebut pada hewan percobaan dapat memicu perubahan di otak yang mirip Alzheimer, termasuk peningkatan protein beta-amiloid.

Temuan ini diperkuat studi lain di Journal of Alzheimer's Disease yang menemukan jejak enzim tersebut pada sebagian besar sampel otak pasien Alzheimer yang diteliti. Hal ini menunjukkan, ada jalur biologis yang memungkinkan infeksi dari mulut ikut berperan dalam proses penyakit.

Bukan penyebab tunggal

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa Alzheimer tidak bisa dijelaskan hanya dari satu faktor. Berbagai review ilmiah menyebut hubungan antara infeksi gusi dan Alzheimer masih dalam tahap penelitian, dan belum bisa disimpulkan sebagai penyebab utama.

Alzheimer adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi banyak hal, mulai dari faktor genetik, usia, peradangan kronis, hingga gaya hidup.

doctor with human Brain anatomy model and tablet. World Brain Tumor day, Brain Stroke, Dementia, alzheimer, parkinson and world mental health conceptIlustrasi. Masalah infeksi gusi ternyata berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Namun ini bukan penyebab tunggal. (Getty Images/Panuwat Dangsungnoen)

Salah satu faktor genetik yang paling dikenal adalah gen APOE, yang disebut dalam banyak penelitian sebagai penentu risiko terbesar pada Alzheimer sporadik. Artinya, infeksi gusi bisa jadi salah satu faktor yang berkontribusi, bukan satu-satunya penyebab.

Meski bukan penyebab utama, tapi kondisi gusi tetap tidak boleh diabaikan. Infeksi kronis di mulut bisa memicu peradangan dalam tubuh. Dalam jangka panjang, peradangan ini diduga berperan dalam berbagai penyakit, termasuk gangguan kognitif.

Itulah mengapa beberapa studi observasional menemukan bahwa orang dengan penyakit periodontal memiliki risiko demensia yang lebih tinggi dibanding mereka yang kesehatan mulutnya terjaga. Perlu diingat, ini menunjukkan hubungan, bukan sebab langsung.

Menjaga kesehatan gigi dan gusi tetap penting, bukan hanya untuk mencegah bau mulut atau gigi berlubang, tapi juga sebagai bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Alzheimer tetap merupakan penyakit kompleks yang dipengaruhi banyak faktor. Kebersihan mulut bisa menjadi salah satu bagian dari pencegahan, tetapi bukan solusi tunggal. Karena pada akhirnya, kesehatan otak tidak ditentukan oleh satu kebiasaan saja, melainkan kombinasi dari banyak hal, mulai dari pola hidup, kesehatan tubuh, hingga faktor genetik.

(anm/els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |