KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan layanan KA Argo Bromo Anggrek berganti nama menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026.

Informasi itu disampaikan KAI melalui unggahan resmi di Instagram resmi yang menyebut perubahan tersebut sebagai penyederhanaan identitas tanpa mengubah jadwal maupun kelas layanan bagi penumpang.

"Mulai tanggal 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek," tulis KAI, Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KAI menyebut pergantian nama ini mengusung tema 'Nama Baru, Semangat Baru'. Perseroan menegaskan perubahan dari Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek disebut sebagai bentuk penyederhanaan nama yang tetap mempertahankan jejak layanan lama yang telah melekat di masyarakat.

"Sebuah penyederhanaan dari nama Argo Bromo Anggrek bukan meninggalkan sejarah, tetapi mematangkan warisan yang sudah lama melekat dalam perjalanan masyarakat Indonesia," sambung KAI dalam unggahan itu.

KAI mengaitkan nama Anggrek dengan simbol keteguhan, adaptasi, dan ketenangan. Perusahaan menyebut identitas baru ini diharapkan membawa citra perjalanan yang tetap elegan namun lebih sederhana diingat oleh pelanggan.

[Gambas:Instagram]

Meski nama berubah, KAI memastikan tak ada perubahan terhadap hak penumpang yang telah membeli tiket dengan nama KA Argo Bromo Anggrek. Tiket yang sudah terbit tetap berlaku dan dapat digunakan pada perjalanan KA Anggrek sesuai jadwal serta kelas pelayanan yang sebelumnya dipilih.

"Setiap penumpang yang telah memiliki tiket KA Argo Bromo Anggrek, tiket tetap dapat dipergunakan pada KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang dipilih," tulis KAI.

Pengumuman pergantian nama ini muncul di tengah sorotan publik terhadap rangkaian KA Argo Bromo Anggrek setelah dalam beberapa hari terakhir kereta tersebut terlibat dalam dua insiden berbeda.

Pada Jumat (1/5) dini hari, KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil rombongan pengantar haji di perlintasan swadaya Desa Sidorejo, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah. Kecelakaan itu menyebabkan lima orang meninggal dunia setelah satu korban yang sempat dirawat akhirnya dinyatakan meninggal.

Sebelumnya, kereta dengan nama yang sama juga terlibat kecelakaan besar dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Insiden tersebut bermula setelah rangkaian KRL berhenti akibat tertemper kendaraan di perlintasan sebidang, lalu KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti penuh dan menabrak KRL yang sedang berhenti.

Jumlah korban jiwa dalam tragedi Bekasi Timur itu terus bertambah menjadi 16 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan.

Namun hingga saat ini, KAI dalam unggahan resminya tidak mengaitkan langsung pergantian nama menjadi KA Anggrek dengan rangkaian insiden tersebut.

[Gambas:Youtube]

(del/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |