KAI Larang Warga Buat Perlintasan Liar: Ganggu Pandangan Masinis

19 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meminta masyarakat tidak membuat perlintasan sebidang liar karena berisiko terhadap keselamatan perjalanan kereta.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perlintasan tidak resmi dapat mengganggu penglihatan masinis.

"Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk tidak membuat perlintasan liar. Ketika membuat perlintasan liar ini maka menghalangi visibility dari masinis kami," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan perlintasan resmi tidak hanya menggunakan portal, tetapi juga dilengkapi sensor di dalamnya.

Bobby pun meminta masyarakat tidak melanggar perlintasan yang sudah dipasang portal tersebut. Ia turut meminta masyarakat tidak membuka lagi jalur lintasan sebidang yang sebelumnya ditutup karena tidak memenuhi syarat keselamatan.

"Perlintasan yang sudah dijaga dan dipasang alatnya jangan dilanggar, yang sudah kami tutup karena tidak memenuhi syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi," katanya.

[Gambas:Youtube]

KAI mencatat terdapat sekitar 1.800 perlintasan sebidang yang akan dievaluasi dan ditingkatkan aspek keselamatannya. Peningkatan dilakukan melalui pembangunan flyover atau pemasangan palang pintu dengan sistem pengamanan.

Ia menegaskan KAI tidak akan memberi toleransi terhadap perlintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Jika tidak memenuhi persyaratan, perlintasan tersebut akan ditutup.

"Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi. Kita sudah lihat sedikit saja aspek keselamatan terganggu, sedemikian banyak korban yang berjatuhan," ujar Bobby.

KAI juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila ada pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas), yang tetap menguasai atau membuka perlintasan tanpa izin dan tidak memenuhi standar keselamatan.

(dhz/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |