Kapal Tenggelam di Kepri, 9 ABK Masih Hilang

4 hours ago 6

Tanjungpinang, CNN Indonesia --

Sembilan anak buah kapal (ABK) yang hilang usai kecelakaan kapal KM Makmur Jaya terbalik di perairan Pulau Merapas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli mengatakan pihaknya menerima informasi KM Makmur Jaya bermuatan 29 orang tersebut mengalami insiden terbalik pada koordinat 01∘00.584′N−105∘19.255'S, Minggu (8/3) pukul 21.05 WIB, dari agen kapal bernama Lago.

Fazzli mengatakan lokasi kejadian tercatat berada pada jarak sekitar 90 NM dari Dermaga Sekupang, Batam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"9 orang masih hilang itu sempat menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci yang ada di kapal," kata Fazzli, Senin (9/3).

Ia mengemukakan kronologi kejadian bermula saat KM Makmur Jaya bertolak dari Kampung Bugis, Tanjungpinang, menuju Pulau Pengibu, Sabtu (7/3) pukul 14.00 WIB.

Namun, pada Minggu dini hari pukul 04.00 WIB, kapal dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan posisi kapal miring hingga akhirnya terbalik di perairan Pulau Merapas.

Dalam situasi darurat, kata Fazzli, 20 orang ABK berusaha menyelamatkan diri dengan bertahan di atas badan kapal yang terbalik. Sementara sembilan orang lainnya berhasil naik ke sekoci penyelamat, namun kemudian terpisah dari kapal utama.

Sebanyak 20 ABK berhasil dievakuasi oleh kapal KM Sinar Abadi yang kebetulan melintas di lokasi kejadian pada pukul 11.00 WIB.

"Sebanyak 20 ABK yang bertahan di badan kapal langsung dievakuasi ke Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, untuk diserahterimakan kepada pihak agen kapal," ujar Fazzli.

Fazzli melanjutkan hingga saat ini 20 korban dinyatakan selamat dan sedang dalam tahap penggalian informasi. Sedangkan sembilan ABK yang berada di sekoci penyelamat masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Fazzli menambahkan, tim Rescue Pos SAR Batam bersama kru KN SAR Purworejo 101 yang berjumlah 22 personel telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan guna mencari sembilan ABK hilang tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan kapal yang tenggelam merupakan kapal yang melakukan aktivitas penangkapan ikan. Para penumpang yang ada di kapal merupakan para nelayan yang bekerja di atas kapal.

"Para nelayan, yang melakukan aktivitas penangkapan ikan," ujarnya.

(arp/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |