Kenapa Habis Makan Ngantuk? Ini Penjelasannya

8 hours ago 2

CNN Indonesia

Sabtu, 14 Mar 2026 18:22 WIB

Sering mengantuk setelah makan? Kenali penyebabnya, dari jenis makanan hingga kualitas tidur. Ilustrasi. Ada alasan kenapa orang kerap merasa ngantuk setelah makan. (iStockphoto/LSOphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Rasa kantuk setelah makan kerap dialami banyak orang. Mulut mulai menguap, mata terasa berat, dan keinginan untuk rebahan pun sulit ditahan. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal ada sejumlah faktor biologis yang memengaruhinya.

Lantas, kenapa habis makan ngantuk?

Secara medis, rasa kantuk setelah makan dikenal sebagai somnolensi postprandial. Mengutip laporan dari Medical News Today, kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami penurunan energi usai makan, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau tinggi kalori.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut sejumlah penyebab mengapa rasa kantuk muncul setelah makan:

1. Jenis makanan yang dikonsumsi

Ulasan ilmiah tahun 2023 menyebutkan bahwa komponen makanan tertentu dapat memengaruhi rasa lelah dan kantuk secara langsung. Salah satu contohnya adalah triptofan, sejenis asam amino yang berperan dalam produksi serotonin.

Serotonin merupakan zat kimia otak yang membantu mengatur suasana hati dan siklus tidur. Ketika kadar serotonin meningkat, rasa rileks dan kantuk pun lebih mudah muncul.

Triptofan banyak ditemukan dalam makanan seperti salmon, tuna, kepiting, udang, kacang-kacangan, ayam, dan daging merah.

2. Porsi makan terlalu besar

Penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa makan dalam jumlah besar atau tinggi kalori dapat memicu rasa kantuk. Meski demikian, mekanisme pasti mengapa hal ini terjadi masih terus diteliti.

Diduga, tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mencerna makanan dalam jumlah banyak, sehingga energi yang tersedia untuk aktivitas lain berkurang dan memicu rasa lelah.

3. Waktu makan

Studi tahun 2017 yang melibatkan 13 pria dewasa di Australia meneliti pengaruh waktu makan terhadap kewaspadaan pekerja shift malam.

Peserta yang makan pada pukul 01.30 dini hari dilaporkan memiliki tingkat kewaspadaan lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sepanjang malam. Namun, kelompok yang tidak makan justru mengalami peningkatan rasa lapar dan gangguan lambung.

Menariknya, kedua kelompok sama-sama melaporkan peningkatan kelelahan pada pukul 04.00 pagi. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu makan kemungkinan berpengaruh terhadap rasa kantuk, meski penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar masih dibutuhkan.

4. Faktor lain yang memengaruhi

Selain makanan dan waktu makan, ada sejumlah faktor lain yang dapat memperparah rasa kantuk setelah makan, antara lain:

• Gangguan tidur seperti insomnia

• Kurang aktivitas fisik

• Stres

• Depresi atau kondisi kesehatan mental lainnya

• Perubahan hormonal

• Efek samping pengobatan tertentu, seperti kemoterapi

5. Lonjakan gula darah

Menurut Cleveland Clinic, makan akan meningkatkan kadar gula darah. Setelah itu, hormon insulin bekerja membantu memasukkan gula dari aliran darah ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.

Ahli gizi Julia Zumpano menjelaskan bahwa proses ini bisa memengaruhi tingkat energi tubuh.

"Setelah Anda makan, gula darah meningkat dan insulin masuk ke aliran darah untuk membantu memindahkan gula ke dalam sel sebagai energi," ujarnya.

Perubahan kadar gula darah yang cepat dapat membuat sebagian orang merasa lemas atau mengantuk.

6. Kualitas tidur

Kualitas dan durasi tidur juga sangat menentukan. Orang dewasa umumnya disarankan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Kurang tidur atau jam tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Akibatnya, tubuh terasa tidak seimbang sepanjang hari, termasuk lebih mudah mengantuk setelah makan.

"Setiap orang membutuhkan jumlah istirahat yang berbeda. Penting untuk memahami kebutuhan tidur tubuh Anda," kata Zumpano.

7. Kombinasi karbohidrat dan protein

Makanan tinggi karbohidrat dan protein cenderung membuat rasa kenyang dan rileks lebih cepat muncul. Proses pencernaan sendiri memerlukan waktu dan energi.

Semakin berat dan besar porsi makanan, semakin lama sistem pencernaan bekerja. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lebih lambat dan memicu kantuk.

Pada dasarnya, mengantuk setelah makan adalah hal yang wajar. Namun, jika rasa kantuk muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya.

(glo/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |