Kenapa Ketindihan Bikin Lumpuh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 17 Mar 2026 23:00 WIB

Fenomena tindihan tidak selalu berkaitan dengan hal-hal mistis. Ilustrasi. Fenomena ketindihan alias sleep paralysis bisa dijelaskan secara medis. (ALMIRA WIJI RAHAYU)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketindihan sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Tubuh lumpuh, merasa sudah bangun tapi ternyata masih dalam posisi tidur, lalu ditambah melihat hal yang terbilang aneh. Ilmuwan pun memberikan penjelasan ketindihan dari sisi sains.

Melissa Austin, warga Worcestershire, Inggris, mengungkapkan pengalaman tak menyenangkan saat tidur. Ia merasa terjebak, tidak bisa bergerak, dan dihantui pemandangan mengerikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya terbangun tapi tidak bisa bergerak. Seluruh tubuh saya membeku. Saya tidak tahu apakah saya sedang tidur atau bangun," kata Austin seperti dilansir dari Daily Mail.

Dia pun melihat sosok hitam besar yang mulai naik ke tempat tidur yang menahan tubuhnya. Austin mencoba berteriak tapi suaranya tak terdengar.

Pengalaman Austin dalam dunia medis disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Sebuah studi yang diinisiasi perusahaan tirai Hillarys memperkirakan ada sekitar 980 ribu orang Inggris yang mengalami sleep paralysis.

Menurut NHS, sleep paralysis merupakan ketidakmampuan sementara untuk bergerak atau bicara saat tertidur atau bangun. Pengalaman ini biasanya disertai halusinasi yang terasa sangat nyata.

Pra ilmuwan menyebut fenomena ini terjadi saat otak terbangun sementara tubuh masih lumpuh sementara.

"Selama tidur REM (Rapid Eye Movement), otak sangat aktif, hampir seaktif saat kita terjaga, dan mimpi yang jelas terjadi," kata Tom Coleman, ilmuwan tidur di Hillarys.

Di saat yang sama, lanjut dia, sebagian besar otot sukarela dimatikan dalam mekanisme perlindungan yang disebut atonia REM sehingga tubuh dicegah untuk bertindak sesuai mimpi secara fisik.

Sleep paralysis terjadi saat proses ini terputus. Otak terbangun tapi tubuh tetap dalam kelumpuhan REM. Gambaran mimpi dapat masuk ke kesadaran saat terjaga sehingga memicu halusinasi.

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau lebih lama karena persepsi waktu menjadi terdistorsi.

Penyebab ketindihan

Umumnya sleep paralysis dipicu kurang tidur, jadwal tidur tidak teratur, jet lag, kerja shift, stres, dan kecemasan.

Memperbaiki kebiasaan tidur bisa mengurangi kemungkinan ketindihan. Para ahli merekomendasikan menjaga jadwal tidur konsisten, tidur 7-9 jam per malam, dan tidur-bangun pada waktu yang sama setiap hari.

Kemudian sebelum tidur, kurangi stres dengan cara menghindari akses gadget, kamar tidur gelap dan sejuk, juga melakukan relaksasi dengan latihan pernapasan atau meditasi.

Selain itu, coba ubah posisi tidur. Beberapa penelitian menemukan sleep paralysis terjadi saat orang tidur terlentang. Sebaiknya coba tidur dengan posisi miring.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter saat ketindihan terjadi lebih sering atau parah.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |