Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi

4 hours ago 6

CNN Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 19:08 WIB

Sebaiknya matikan lampu kamar saat tidur. Jika belum terbiasa, berikut beberapa cara untuk beradaptasi tidur di ruangan gelap. Ilustrasi. Sebaiknya matikan lampu kamar saat tidur. Jika belum terbiasa, berikut beberapa cara untuk beradaptasi tidur di ruangan gelap. (Narita Fuji Triani)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tidur di ruangan gelap memang jadi mimpi buruk buat sebagian orang. Namun sebenarnya lebih baik kamu tidur tanpa menyalakan lampu. Kenapa?

Tak hanya soal kuantitas, tidur pun perlu berkualitas. Tidur nyenyak dan berkualitas didukung lingkungan tidur yang kondusif. Suhu ruangan sejuk, suasana tenang, dan yang tak kalah penting adalah cahaya minim atau tidak ada cahaya sama sekali.

Hanya saja, sebagian orang merasa tidak nyaman dengan kondisi ruangan gelap. Ternyata lebih dari sekadar takut hantu, takut gelap punya alasan biologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kegelapan menciptakan respons terkejut yang nyata dan terukur di otak yang melepaskan zat kimia yang meningkatkan kecemasan," jelas Keisha Sullivan, dokter pengobatan tidur, seperti dikutip dari Real Simple.

Saat indera penglihatan terhalang, indera yang lain menjadi lebih tajam dan otak mulai mengisi kekosongan itu. Akibatnya, kamu mengidentifikasi suara tak dikenal sebagai sesuatu yang mengancam.

Dampak buruk tidur dengan menyalakan lampu

Melansir dari laman Sleep Foundation, ada beberapa dampak buruk jika kamu tidur dengan lampu menyala.

1. Ritme sirkadian kacau

Ritme sirkadian adalah jam internal 24 jam yang mengatur berbagai proses tubuh termasuk tidur. Ritme ini sangat dipengaruhi oleh paparan cahaya.

Paparan cahaya alami seperti sinar matahari membuat ritme sirkadian jadi sinkron dengan matahari terbit dan tenggelam. Kamu terjaga di siang hari dan tidur di malam hari.

Akan tetapi, paparan cahaya buatan berlebihan atau tidak pada waktunya membuat ritme sirkadian tidak selaras. Pola tidur pun terganggu sehingga bisa berdampak buruk pada metabolisme, kenaikan berat badan, sampai masalah kardiovaskular.

2. Produksi melatonin terganggu

Tidur tidak berlangsung dalam satu fase panjang tanpa gangguan. Tubuh mengalami beberapa siklus tidur yang membuat kita bisa terbangun di malam hari./ Foto: freepik.comIlustrasi. Produksi melatonin terganggu saat kamu tidur dengan lampu menyala. Akibatnya, kamu sering terbangun di malam hari. (freepik.com)

Melatonin adalah hormon alami yang menginduksi tidur dan produksinya berkaitan dengan cahaya. Paparan cahaya dapat memperlambat atau menghentikan produksi melatonin.

Siklus harian melatonin membuat ritme sirkadian normal dan membuat jadwal tidur stabil. Di malam hari, sebaiknya tidak ada paparan cahaya buatan agar produksi melatonin tidak terganggu dan tubuh mendapat tidur nyenyak.

3. Tidur tidak nyenyak

Paparan cahaya saat tidur dapat menghambat transisi antarsiklus tidur sehingga kualitas tidur berkurang. Kamu bisa terbangun berulang kali sehingga waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk pulih malah kacau.

Cara agar bisa tidur di kegelapan

Rasa takut campur cemas masih menghantui ketika mencoba tidur di kamar yang gelap. Namun dengan cara-cara berikut, kamu dapat beradaptasi dengan baik.

1. Redupkan lampu perlahan

Kamu tidak harus langsung mematikan lampu secara total. Mulai dengan meredupkan lampu atau mengurangi lampu yang dinyalakan di kamar.

Dengan cara ini, peralihan dari kamar terang ke kamar gelap tidak terjadi tiba-tiba.

2. Pakai sumber cahaya yang lembut

Selain meredupkan lampu, kamu juga bisa menggunakan lampu berwarna kuning atau merah yang tidak mengganggu tidur.

Kemudian cahaya redup dari luar ruangan atau di lorong dapat memberikan cukup rasa tenang.

3. Punya rutinitas tidur yang konsisten

Tidur yang nyenyak dapat diperoleh dari rutinitas tidur yang solid. Tubuh dan otak terbiasa dengan jadwal tidur sehingga mendorong produksi melatonin saat ruangan lebih gelap.

Rutinitas yang lebih terprediksi membuat waktu tidur terasa lebih menenangkan terutama ketika gelisah lampu dimatikan.

4. Ciptakan ruangan yang nyaman

Bantu tubuh untuk merasa lebih nyaman dengan fokus pada indera yang lain. Kamu bisa memutar musik berirama lembut atau white noise, memastikan ruangan bersuhu sejuk, atau memeluk boneka.

5. Gunakan teknik relaksasi

Kegelapan dapat memicu reaksi kejut di otak sehingga melepas hormon stres yang memicu cemas. Redakan cemas dengan metode relaksasi dengan pernapasan 4-7-8.

Tarik napas sebanyak empat hitungan, tahan selama tujuh hitungan, dan hembuskan selama 8 hitungan.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |