Kepala BGN: Setiap SPPG Terima Rp1 Miliar per Bulan untuk MBG

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menerima dana sekitar Rp1 miliar per bulan, kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Dana tersebut digunakan untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, 1 SPPG rata-rata akan menerima uang Rp1 miliar per bulan. Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan," ujar Dadan dalam keterangannya pada Kamis (19/3), dikutip Detikfinance.

Dadan mencontohkan, dengan program sudah berjalan 2,5 bulan, uang yang beredar di Jawa Barat sudah mencapai sekitar Rp11-12 triliun. Menurutnya, inilah yang menggerakkan roda ekonomi di setiap daerah.

Menurut Dadan, sebagian besar anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah melalui mekanisme virtual account yang terhubung dengan 25.574 SPPG di seluruh Indonesia.

Sekitar 93 persen dana BGN disalurkan lewat cara ini, sehingga terjadi pemerataan pengiriman dana ke seluruh wilayah.

"Uang Badan Gizi Nasional, 93 persen itu langsung disalurkan dari KPPN melalui virtual account. Masuk di virtual account seluruh SPPG di seluruh Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574. Jadi dengan program ini terjadi pemerataan pengiriman uang di setiap daerah," tutur Dadan.

Program MBG, kata Dadan, dirancang untuk memanfaatkan sumber daya lokal. Kebutuhan pangan diharapkan dipenuhi dari produksi daerah sekitar, sehingga membuka peluang pasar bagi petani, pelaku usaha, dan industri pangan lokal.

Selain itu, SPPG juga menciptakan lapangan kerja baru mulai dari tenaga operasional hingga ahli gizi yang direkrut dari masyarakat setempat.

"Saya harapkan terjadi satu pergerakan ekonomi circular di satu daerah yang sekarang alhamdulillah sudah mulai disadari oleh semua pihak betapa pentingnya meningkatkan produktivitas lokal sehingga ekonomi di daerah akan berkembang," ujar Dadan.

Menurutnya, kini sudah banyak kepala daerah ingin uang yang masuk ke satu daerah itu dibelanjakan dengan membeli bahan baku yang ada di daerah tersebut.

Untuk mendukung hal ini berjalan optimal, tenaga ahli gizi ditempatkan di setiap SPPG agar pemenuhan gizi sesuai dengan potensi dan preferensi masyarakat lokal.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |