Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengizinkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) memasuki Teheran.
New York Times melaporkan sejumlah pejabat Iran menyatakan Khamenei telah memberi izin untuk menerima perusahaan-perusahaan AS di Iran sebagai salah satu tawaran dalam negosiasi nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja sama ekonomi yang besar antara Iran dan AS dapat berfungsi sebagai katalis untuk membangun kepercayaan," kata Hossein Mousavian, mantan diplomat senior dan juru bicara tim negosiasi nuklir Iran pada 2015, dalam sebuah wawancara.
Khamenei melarang perusahaan AS menginjakkan kaki di Iran dalam kesepakatan nuklir tahun 2015. Namun, dalam negosiasi kali ini, Khamenei disebut menawarkan untuk membeli produk-produk AS seperti pesawat, serta mengundang perusahaan-perusahaan AS berinvestasi di industri energi, minyak, dan gas Iran.
Ia juga disebut menawarkan untuk membuka akses bagi AS ke tambang mineral kritis seperti litium, hal yang amat didambakan AS.
AS dan Iran sedang dalam negosiasi terkait nuklir Teheran. Pembicaraan tersebut telah memasuki putaran ketiga pada Kamis (26/2), namun tanpa hasil berarti.
Meski begitu, menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, ada kemajuan yang "baik" dalam negosiasi terbaru. Kedua pihak bahkan sepakat mengadakan "pembicaraan teknis" di Wina, Austria, pekan depan.
"Ini adalah pembicaraan yang paling serius dan paling lama," kata Araghchi.
Tim Iran, yang dipimpin Araghchi, telah menyerahkan proposal tertulis kepada Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi selaku mediator pada Rabu (25/2) malam.
Al Busaidi kemudian menyerahkannya kepada delegasi AS yang dipimpin utusan khusus Trump Steve Witkoff dan menantu Trump Jared Kushner pada Kamis.
Sejauh ini, tidak ada rincian mengenai hasil pembicaraan AS dan Iran pada Kamis ini.
(blq/dna)

4 hours ago
3
















































