Khawatir Perang Lagi, Iran Perkuat Situs Warisan Budaya yang Rusak

5 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Para ahli konservasi Iran memperkuat situs-situs bersejarah yang rusak karena khawatir konflik bakal kembali pecah.

Gencatan senjata sejak 8 April lalu memungkinkan para ahli konservasi mengukur skala kerusakan. Situs-situs bersejarah terpaksa tutup sementara sembari ada bayang-bayang kekhawatiran bahwa perang bakal kembali terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerusakan telah dinilai di beberapa tingkatan, tetapi evaluasi khusus yang lebih detail masih berlangsung," kata Ali Omid Ali, seorang spesialis restorasi dan kepala departemen teknik di Istana Golestan, seperti dilaporkan AFP.

Saat ini, lanjut dia, timnya fokus pada stabilisasi struktur yang rusak dan mencegah keruntuhan lebih lanjut sebelum pekerjaan perbaikan dimulai.

Iran memiliki situs Istana Golestan yang bahkan telah diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Istana memadukan seni dan arsitektur Persia abad ke-19 dengan gaya motif Eropa. Selama konflik setidaknya ada lima situs yang terdaftar di UNESCO yang rusak selama konflik.

"Lima puluh hingga 60 persen pintu dan jendelanya rusak," kata Jabbar Avaj, direktur museum Istana Golestan.

Kerusakan juga dilaporkan di area Aula Cermin istana yang terkenal akan mosaik berkilauan yang menghiasi langit-langit dan dinding. Kemudian Singgasana Marmer yang ditopang patung simbol mitologis kerajaan juga mengalami kerusakan parah.

Di luar situs yang terdaftar di UNESCO, Hassan Fartousi, kepala Komisi Nasional Iran untuk UNESCO, berkata setidaknya ada 140 lokasi penting secara budaya dan sejarah di Iran yang terdampak perang.

"Bayang-bayang perang masih membayangi langit Iran, dan dalam situasi ini, kita tidak dapat merencanakan restorasi dengan baik," kata Fartousi.

Restorasi memang perlu dilakukan tapi memakan waktu lama dan tidak bisa memulihkan situs ke karakter aslinya. Fartousi mengingatkan bahwa seluruh gagasan warisan budaya bertumpu pada "konsep orisinalitas".

Kemudian pendanaan tetap jadi tantangan utama. Pemerintah Iran belum mengumumkan anggaran karena masih berjuang mengimbangi dampak perang dan blokade AS.

"Sayangnya, UNESCO dan organisasi internasional lainnya memiliki anggaran terbatas," katanya.

(els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |