Kimberly Ryder Berserah soal Umrah saat Timur Tengah Memanas

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 05 Mar 2026 17:00 WIB

Kimberly Ryder mengaku mantap untuk umrah meski situasi di Timur Tengah kian memanas karena konflik AS-Israel vs Iran. Kimberly Ryder mengaku mantap untuk umrah meski situasi di Timur Tengah kian memanas karena konflik AS-Israel vs Iran. (Instagram/@kimbrlyryder)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kimberly Ryder mengaku mantap untuk umrah meski situasi di Timur Tengah kian memanas hingga berdampak langsung pada jadwal penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umrah.

Kondisi di Timur Tengah akibat memanasnya konflik Iran vs AS dan Israel membuat Kementerian Agama RI menerbitkan imbauan resmi kepada masyarakat serta biro perjalanan menunda sementara keberangkatan ke Tanah Suci demi alasan keamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi imbauan penundaan keberangkatan dari Kemenag, Kimberly mengaku tidak ingin ambil pusing dan memilih untuk berserah diri.

"Kalau aku, aku kembalikan lagi ke Allah, kepada travel-nya juga merasa aman-aman saja untuk diberangkatkan," kata Kimberly Ryder seperti diberitakan detikcom, Kamis (5/3).

"Pesawat tidak di-cancel oleh dari sananya. Oh oke ya sudah kalau gitu aman semuanya gitu lho," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Meski bulat untuk umrah, ia tidak menampik ada kekhawatiran di antara anggota rombongannya. Hal itu ia ketahui melalui ruang komunikasi di antara mereka.

"Ada sih (khawatir), kayak kami kan punya grup, grup WA ada gitu lho. Ada sih, kayak bolak-balik ngirimin reels kek, TikTok kek, apa segala macam. Satu bilang aman, satu bilang pada di-cancel. Balik lagi aman, satu lagi bilang cancel. Bolak-balik saja terus," terangnya.

Alih-alih ikut panik dan membatalkan niat sucinya, aktris berusia 32 tahun itu memilih untuk fokus menenangkan diri. Baginya, perlindungan Sang Pencipta adalah segalanya saat ini.

"Jadi kayak, aduh ya sudah deh serahkan sama Allah saja deh. Bisa saja sih, tapi aku sudah enggak usah dipikirin, sudah santai saja. Pokoknya berdoa saja, itu saja sih," tuturnya.

AS dan Israel meluncurkan serangan bersama pada 28 Februari ke Iran. Imbas bombardir ini, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas. Pada hari yang sama Iran langsung meluncurkan serangan balasan.

Namun, saat itu mereka belum mengonfirmasi kematian Khamenei.

Keesokan harinya atau pada 1 Maret 2026, Iran baru mengumumkan kematian Khamenei. Pasukan Garda Revolusi Islam membalas dengan menggempur Israel dan aset militer AS di Timur Tengah.

Sejumlah lokasi pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Qatar, Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ikut kena serangan rudal balasan dari Iran. Perang itu menyebabkan berbagai penerbangan dan bandara di kawasan tersebut ditutup.

CNN menyebut pada Kamis (5/3), banyak penerbangan telah meninggalkan bandara di negara-negara Teluk Persia yang bersahabat dengan AS, termasuk kota Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

Meski begitu, situasinya masih belum pasti dan para pelancong diimbau untuk memantau sistem peringatan pemerintah dan menghubungi maskapai penerbangan mereka.

Pembatalan yang terus berlanjut telah menambah kompleksitas situasi bagi para pelancong yang terjebak di wilayah tersebut.

Langit di atas UEA, Qatar, Kuwait, Israel, Bahrain, Irak, dan Yordania hampir kosong pada Rabu (4/3) pagi, seperti yang ditunjukkan pada peta oleh situs pelacakan penerbangan Flightradar24.

Hampir 2.000 penerbangan telah dibatalkan pada Rabu sore waktu UEA, menambah ribuan penerbangan internasional yang telah dibatalkan sejak Minggu, menurut data dari FlightAware.com.

Di luar wilayah tersebut, maskapai penerbangan lain terus mengubah rute atau membatalkan penerbangan yang dijadwalkan terbang di dekat zona konflik.

(chri)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |