CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 04:00 WIB
Kalender menampilkan Giovanni Galizia yang berbusana pastor dijual di toko suvenir di Roma pada Sabtu (23/5). Galizia bercerita ia sebenarnya bukan pastor. (AFP/ANDREAS SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah kalender yang menampilkan foto close up pria tampan berpakaian pastor jadi suvenir ikonik Roma, Italia. Namun ternyata tidak semua pria di kalender tersebut benar-benar seorang pastor.
Giovanni Galizia merupakan salah satu pria yang mejeng di kalender selama 23 edisi terakhir. Dengan foto yang sama, Galizia mengenakan busana berkerah khas seorang pastor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkap bahwa dirinya bukan pastor. Wajahnya terpampang di kalender berkat sesi pemotretan iseng yang dilakukannya ketika remaja.
"Itu adalah senyum seorang anak yang malu, karena saya melihat semua teman saya di depan saya tertawa terbahak-bahak karena saya berpakaian seperti seorang pastor," kata Galizia dalam wawancara dengan AP seperti dilaporkan CNN.
Pria berusia 39 tahun itu mengungkap waktu itu dirinya berusia 17 tahun. Seorang kenalan menghubungkannya dengan fotografer Piero Pazzi dan jadilah sesi pemotretan dirinya mengenakan busana pastor.
Wajah Galizia dan 11 pria lainnya pun menghiasi kalender yang disebut Calendario Romano. Kalender dijual 8 euro (sekitar Rp183 ribu) di toko-toko yang mengelilingi Vatikan dan memenuhi pusat bersejarah Roma.
Pazzi menyatakan dia menerima royalti dari kalender yang terjual, sedangkan Galizia tidak pernah meminta bayaran.
Meski sering dihubungkan dengan Takhta Suci, tapi Pazzi menyertakan pada bagian informasi bahwa kalender tersebut tidak terkait dengan Vatikan.
Hitam putih penuh pesona
Potret Galizia dan pria-pria muda di kalender tersebut tampak sumringah dengan senyum terbaik mereka. Potret sederhana dan hitam putih itu ternyata banyak menarik perhatian orang apalagi wisatawan.
Akan tetapi Galizia tidak mengerti kenapa foto close up hitam putih itu dilihat sebagai seksi.
"Ada kecenderungan untuk mengacaukan apa yang indah dengan apa yang sensual, karena saat ini, terutama di dunia yang cukup seksual ini, keindahan hanya diekspresikan melalui sensualitas," kata Galizia.
"Meskipun demikian, saya menghargai pengamatan tersebut dan menganggapnya sebagai pujian - karena berhasil tampil seksi dengan kerah imam bukanlah hal yang mudah."
Sebuah kalender bergambar pastor telah jadi suvenir ikonik khas Roma, Italia selama dua dekade terakhir. (AFP/ANDREAS SOLARO)
Sementara itu, harian Roma La Repubblica menuliskan bahwa "kalender pastor seksi" lebih tepat disebut "kalender pendeta palsu".
Hanya saja, harus diakui bahwa Calendario Romano telah memikat banyak orang bahkan seorang pastor sungguhan. Pastor Domenico dari Korea Selatan berkata di negara asalnya, kalender tersebut sangat populer apalagi di kalangan anak muda.
Anak muda, kata dia, sering berpikir pastor itu kaku dan berjarak dengan umat. Namun kalender ini sedikit banyak mengubah cara pandang umat terhadap pastor.
"Tetapi melihat kalender ini, mereka berpikir bahwa pastor lebih akrab, dan pastor bisa lucu. Saya pikir di Korea kalender ini sangat terkenal, dan itu tidak masalah," ungkapnya.
(els)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
7

















































