Korban Tewas Gempa Myanmar Capai 3.354 Orang

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Myanmar meningkat menjadi 3.354 orang per Sabtu (5/4). Sementara korban luka-luka kini sebanyak 4.850 dan 220 orang masih hilang.

Bersamaan dengan itu, Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, baru saja kembali ke Ibu Kota Naypyitaw usai menghadiri Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BIMSTEC merupakan pertemuan negara-negara Asia Selatan dan Tenggara yang kali ini digelar di Bangkok. Pada kesempatan itu, Aung Hlaing sekaligus bertemu terpisah dengan pemimpin delegasi Thailand, Nepal, Bhutan, Sri Lanka dan India.

Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, Min Aung Hlaing menegaskan kembali rencana junta untuk mengadakan pemilihan umum yang bebas dan adil pada Desember mendatang.

Modi pun mendukung hal itu. Namun, dia juga menyerukan agar gencatan senjata pascagempa terkait perang saudara di Myanmar dibuat permanen.

Namun, sejumlah pihak sebelumnya telah mencemooh rencana pemilihan umum itu sebagai tipuan untuk mempertahankan kekuasaan para jenderal melalui proksi.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (5/4), sejak menggulingkan pemerintahan sipil terpilih di bawah Aung San Suu Kyi pada 2021, militer telah berupaya keras menjalankan pemerintahan Myanmar.

Namun, kondisi ekonomi Myanmar, termasuk layanan kesehatan saat ini justru hancur. Kondisinya diperburuk oleh gempa bumi pada 28 Maret lalu.

PBB menyebut perang saudara usai kudeta di Myanmar telah menyebabkan lebih dari 3 juta penduduk mengungsi, dengan kerawanan pangan yang meluas dan lebih dari sepertiga penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Kepala bantuan PBB Tom Fletcher yang berada di Mandalay pada Jumat (4/4) malam, mengatakan bahwa kelompok-kelompok kemanusiaan dan masyarakat telah memimpin respons terhadap gempa dengan "keberanian, keterampilan, dan tekad".

"Banyak dari mereka sendiri yang kehilangan segalanya, tetapi tetap berangkat untuk mendukung para penyintas," katanya dalam unggahan di media sosial X.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan sehari sebelumnya menyebut junta membatasi pasokan bantuan ke daerah-daerah yang tidak mendukung pemerintah.

Kantor PBB sedang menyelidiki 53 serangan yang dilaporkan oleh junta terhadap oposisi, termasuk serangan udara, yang 16 di antaranya terjadi setelah gencatan senjata diumumkan pada Rabu.

(reuters/thr/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |