Kota Padang kembali Diterjang Banjir, Ratusan Warga Dievakuasi, Ketinggian Air lebih 1 Meter

2 weeks ago 8

PADANG, METRO–Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang pada Jumat (2/1), menyebabkan sejumlah wilayah kembali dilanda bencana banjir. Luapan sungai-sungai ini selain merusak dan merendam rumah-rumah warga, juga memutus sejumlah akses jalan.

Kelurahan yang dilanda banjir antara lain Pasa Lalang Kuranji, Tabing Banda Gadang, Kapalo Koto, Lubuk Minturun, dan Dadok Tunggul Hitam. Wilayah ini sebelumnya juga telah dilanda banjir dalam rentetan bencana sejak akhir November 2025.

Mencegah jatuhnya kor­ban jiwa, Tim SAR ga­bungan langsung mendatangi lokasi-lokasi yang terkena banjir untuk mengevakuasi ratusan warga yang terdampak ke lokasi yang aman.

Salah seorang warga Pa­sar Lalang Kuranji, Umar mengatakan, di da­erah­nya sudah lima kali di­terjang banjir dalam satu bulan terakhir.

“Iya tapi dua kali yang parah, termasuk kali ini paling parah rumah saya dihantam oleh air, barang-barang semuanya tidak ada lagi yang tersisa,” katanya, Jumat (2/1).

Di kawasan ini, pada Jumat siang, warga juga membutuhkan evakuasi karena banjir yang semakin tinggi dan deras masuk ke rumah-rumah warga dan hujan masih terus mengguyur.

Lurah Kuranji Syafrizal mengatakan, banjir bandang terparah terjadi di RW 007, tepatnya di daerah Pasa Lalang. 17 keluarga terpaksa dievakuasi lantaran derasnya arus banjir yang menerjang daerah itu.

“Banjir di Pasa Lalang, berasal dari anak sungai Batang Kuranji yang meluap akibat hujan sejak Kamis (1/1). Air bercampur lumpur mengalir deras ke kawasan permukiman dan merendam sekitar 15 rumah,” tutur dia.

Syafrizal mengakui, ban­jir bandang ini berulang kali terjadi sejak akhir November setiap hujan lebat. Tanggul yang dibuat warga dan petugas di pinggir sungai kembali runtuh.

“Proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga, termasuk anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ungkap dia.

Sementara itu, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, juga kembali diterjang banjir. Satu rumah hanyut terbawa aliran Batang Kuranji dan puluhan rumah kem­bali terendam air bercampur lumpur. Tidak ada korban, tetapi warga mesti diungsikan.

“Di RT 003 RW 001 Kelurahan Tabing Banda Ga­dang, air dari sungai mengalir deras dan menghanyutkan satu rumah tadi pagi dan merendam puluhan rumah,” kata Camat Nanggalo Amrizal Rengganis.

Amrizal melanjutkan, banjir bandang sejak akhir November mengubah alur sungai dan mengancam permukiman, terutama di RT 003 RW 001 Tabing Banda Gadang. Warga pun memohon instansi pemerintah terkait segera mela­kukan normalisasi Batang Kuranji.

“Kalau tidak ada normalisasi dan kanalisasi sungai di Tabing Banda Gadang, (banjir) akan banyak menimpa korban. Su­dah ada empat rumah ha­nyut di RT 003 RW 001. Selain Tabing Banda Gadang, banjir juga merendam lima kelurahan lainnya. Namun, di antara enam kelurahan di Kecamatan Nanggalo, kelurahan yang terdampak parah yaitu Tabing Banda Gadang dan Gurun La­weh,” kata Amrizal.

Sedangkan di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, banjir bandang dari Batang Kuranji memutus akses jalan satu-satunya ke daerah Batu Busuak, Jumat dini hari. Titik jalan ambles tergerus sungai, yaitu di depan SMP 44 Padang, RT 003 RW 004, Jalan Koto Tuo. Sekitar 235 keluarga yang bermukim di Batu Busuak terisolasi.

“Jalan itu sebelumnya memang tergerus oleh banjir bandang sejak akhir November lalu. Kini jalan itu ambles sepenuhnya, mengakibatkan akses ke Batu Busuak terputus total,” katanya, dalam siaran pers Diskominfo Kota Pa­dang,” kata Lurah Kapalo Koto Afriwarman.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, selain Kuranji, Tabing Banda Gadang, dan Kapalo Koto, banjir ataupun banjir bandang juga melanda beberapa kelurahan lain, seperti Dadok Tunggul Hitam dan Lubuk Minturun.

“Banjir yang terjadi di Padang pada dasarnya berasal dari (daerah aliran sungai/DAS) Batang Ku­ranji dan Lubuk Minturun (Batang Air Dingin). Intensitas hujan sangat lebat di hulu. Di Dadok Tunggul Hitam, permukiman terendam banjir di Jalan DPR Ujung dengan data sementara delapan warga dievakuasi. Di Lubuk Minturun, banjir kembali melanda perumahan Lumin­park,­” tutupnya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minang­kabau merilis wilayah yang diguyur hujan deras yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam.

Kemudian Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, dan Pasaman Barat. Selain itu, wilayah perkotaan yang terdampak mencakup Kota Padang dan Kota Pariaman. (*)

Read Entire Article
Sinar Berita| Sulawesi | Zona Local | Kabar Kalimantan |